
Panitia ajang Esalion 2025 SMA Muhammadiyah 8 (SMAMDELA) Gresik. (Liset Ayuni/PWMU.CO).
PWMU.CO — Di balik sorotan panggung, dentuman musik, dan sorak penonton di ajang Esalion 2025, tersimpan sebuah proses panjang yang tak kalah hebat dari kemeriahan acaranya.
Bagi SMA Muhammadiyah 8 Gresik (SMAMDELA), event tahunan ini bukan sekadar perlombaan seni, olahraga, dan religi. Namun, juga merupakan ruang belajar nyata bagi para siswanya dalam dunia Event Organizer (EO).
Tahun ini, Esalion yang merupakan akronim dari Event and Sport Art Competition for Junior, kembali menyasar siswa-siswa SMP dan MTs se-Gresik dan kawasan Gerbangkertasusila.
Tiga cabang lomba utama: Futsal Competition, Tahfidz Competition, dan Singing Competition menjadi daya tarik tersendiri, baik bagi peserta maupun penonton. Namun yang paling istimewa, semua ini terancang dari nol oleh siswa-siswi SMAMDELA sendiri.
“Tujuan utama kami bukan hanya mencari juara, tapi menyiapkan kader pelajar yang punya kapasitas manajerial. Agar kelak mereka bisa memimpin dan menyelenggarakan kegiatan besar, bahkan di luar sekolah” ujar Rafi Rasyidin Nugraha (siswa kelas XI-4), Ketua Umum PR IPM SMAMDELA yang turut mengawal jalannya acara.
Dirancang dari Nol oleh Pelajar Aktif
Proses di balik layar bermula sejak tiga bulan sebelumnya. Naflah Sofiyah Atikah (siswi kelas XI-3), terpilih sebagai Ketua Pelaksana.
Bersama 41 anggota IPM lainnya, ia menyusun konsep kegiatan, menyelaraskan jadwal dengan kalender akademik, menyeleksi tempat pelaksanaan, hingga berburu sponsor dan media partner. Semuanya terlaksana dengan semangat dan kesungguhan.
“Awalnya kami bingung karena belum pernah cari sponsor skala besar, tapi setelah mencoba presentasi ke perusahaan. Ternyata mereka menyambut baik. Bahkan beberapa Perusahan yang menjadi iconis kota Gresik, langsung menyatakan dukungan” tutur Naflah.
Pembagian peran dilakukan secara profesional dari divisi perlombaan, konsumsi, dokumentasi, keamanan, hingga publikasi.
Di sisi lain, panitia juga membuka ruang partisipasi melalui rekrutmen volunteer dari ekstrakurikuler seperti Futsal, Supporter, dan Tata Boga. Hal ini bukan hanya memperluas kolaborasi, tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan bersama atas acara ini.
Dinamis tapi Terorganisir
Rentetan lomba berlangsung dengan Tahfidz dan Singing pada Senin (28/04/2025), disusul Futsal Competition mulai 8 Mei 2025. Semua terancang agar tidak bertabrakan dengan ujian maupun kegiatan sekolah lainnya.
Kemudian penutupan alias Awarding Ceremony terjadwal pada Rabu (18/06/2025). Bertepatan dengan libur semester, agar peserta dan panitia bisa fokus menikmati hasil kerja keras mereka.
Seiring persiapan, panitia menghadapi kendala khas dunia EO yang minim sponsor, peserta yang belum banyak mendaftar, dan waktu rapat yang berbenturan dengan tugas sekolah.
Namun hal itu justru melatih mental mereka. “Kami akhirnya turun langsung ke sekolah-sekolah di Gresik, Lamongan, dan Surabaya. Presentasi ke guru BK, bagi flyer, sampai tanya langsung minat siswa untuk langsung jemput bola” jelas Rafi.
Tumbuh Lewat Proses
Abi Abdillah R., koordinator Tahfidz Competition, mengaku pengalaman ini telah mengubah cara pandangnya. “Dulu saya pikir jadi panitia itu cuma duduk jaga lomba. Ternyata harus bisa ngatur waktu, belajar sabar, dan jaga komunikasi antar-tim” ujarnya.
Hal serupa dirasakan Bunga Revilian Jenna dari divisi Singing Competition. “Aku awalnya pemalu, sekarang jadi bisa ngomong di depan banyak orang. Belajar banget public speaking dan percaya diri” katanya antusias.
Perubahan ini pun tak luput dari pengamatan para guru. Kepala SMAMDELA, Emi Faizatul Afifah MSi memberikan apresiasi khusus.
“Esalion 2025 bukan hanya sukses secara teknis, tapi juga menunjukkan keberhasilan sekolah dalam menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, kolaborasi, dan tanggung jawab kepada siswa. Ini pendidikan karakter yang hidup” ujarnya bangga.
Pembina IPM dan OSIS, A. Rizal Azka SPd menyebut perjalanannya bersama panitia sebagai sesuatu yang penuh energi positif. “Mereka komunikatif, kreatif, dan bisa diandalkan. Saya pribadi justru ikut belajar dari mereka. Makin sering mendampingi, makin semangat” katanya sambil tersenyum.
Dari Sekolah, Menuju Dunia Nyata
Esalion 2025 menjadi bukti bahwa pembelajaran tidak selalu harus terjadi di dalam kelas. Lewat kegiatan ini, SMAMDELA telah menciptakan laboratorium kepemimpinan yang nyata.
Di mana siswa bisa belajar langsung tentang manajemen acara, etika kerja tim, komunikasi profesional, hingga seni menyelesaikan masalah.
Satu hal yang pasti, pengalaman sebagai EO muda ini akan menjadi bekal berharga bagi mereka baik untuk melanjutkan studi, terjun ke dunia organisasi, maupun memasuki dunia kerja di masa mendatang.
Penulis Liset Ayuni, Editor Danar Trivasya Fikri






0 Tanggapan
Empty Comments