Search
Menu
Mode Gelap

Belajar Kepemimpinan Berkemajuan di DANA II Wilker II ala Hanif Mu’allifah

Belajar Kepemimpinan Berkemajuan di DANA II Wilker II ala Hanif Mu’allifah
Penyerahan syahadah kepada Hanif Mu'allifah. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Darul Arqam Nasyiatul Aisyiyah (DANA) II yang digelar Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Lamongan Wilayah Kerja (Wilker) II berlangsung khidmat dan dinamis. Kegiatan ini diikuti kader dari PCNA Karanggeneng, Turi, Glagah, dan Kalitengah, serta dilaksanakan di Pondok Pesantren An-Nur Muhammadiyah Karanggeneng pada Sabtu–Ahad (27–28/12/2025).

Salah satu pemateri utama dalam kegiatan ini adalah Hanif Mu’allifah, M.Pd., Sekretaris I Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (2022–2026). Ia juga dikenal sebagai Konselor Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk Provinsi DKI Jakarta, Ketua Yayasan Ta’awun Indonesia (2021–2025), serta penulis sejumlah buku antologi, di antaranya Para Perempuan Muda, Memotret Pendidikan Indonesia dengan Aksara dan Sekolah Parenting.

Dalam DANA II Wilker II ini, Ayunda Hanif menyampaikan materi Manajemen Organisasi, Psikologi Kepemimpinan, dan Komunikasi Organisasi. Sesi materi dipandu oleh moderator Siti Muyasarotun Nikmah dari PRNA Banteng, PCNA Karanggeneng.

Materi diawali dengan diskusi kelompok yang melibatkan lima hingga enam peserta di setiap kelompok. Masing-masing anggota diminta mengemukakan pandangan tentang makna kepemimpinan. Selanjutnya, setiap kelompok menunjuk satu orang yang paling banyak dipilih anggota sebagai ketua kelompok untuk maju ke depan.

Setelah seluruh ketua kelompok memaparkan hasil diskusi, peserta melakukan voting terbuka untuk memilih satu pemimpin. Dari proses tersebut, terpilih Siti Mazidah, peserta asal Karanggeneng. Simulasi ini menjadi sarana pembelajaran langsung tentang dinamika kepemimpinan, pengambilan keputusan, serta kepercayaan dalam organisasi.

Ayunda Hanif menjelaskan bahwa integrasi psikologi kepemimpinan dapat diwujudkan dengan menanamkan nilai kejujuran sebagai fondasi utama dalam membangun trust atau kepercayaan.

Ia juga mendorong kader Nasyiatul Aisyiyah untuk mempelajari Risalah Perempuan Berkemajuan (RPB) sebagai pedoman visi dan misi gerakan perempuan Muslim agar maju di berbagai aspek kehidupan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ia mencontohkan pelaksanaan Musyawarah Cabang (Musycab) yang membutuhkan pemimpin cerdas dan peka, terutama dalam merumuskan program satu periode ke depan melalui kerja komisi.

Menurutnya, psikologi kepemimpinan berkaitan erat dengan kemampuan mempengaruhi orang lain melalui retorika yang baik, pemetaan potensi kader, serta aktualisasi peran yang realistis dan berkelanjutan.

Di akhir sesi, Ayunda Hanif mengapresiasi seluruh peserta DANA II Wilker II PDNA Lamongan. Ia menegaskan bahwa para kader saat ini berada dalam ruang terbaik untuk belajar dan bertumbuh sebagai calon pemimpin perempuan berkemajuan.

“Carilah dan pahami apa yang sedang kita perjuangkan, serta mau dibawa ke mana gerakan ini, agar langkah kita tidak sekadar gradak-gruduk, tetapi terarah dan bermakna,” pesannya.

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments