Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Belajar Ketahanan Pangan Sejak Dini, Siswa SD Muhammadiyah 4 Zamzam Kunjungi Balai Desa Jumputrejo

Iklan Landscape Smamda
Belajar Ketahanan Pangan Sejak Dini, Siswa SD Muhammadiyah 4 Zamzam Kunjungi Balai Desa Jumputrejo
Kunjungan SD Muhammadiyab 4 Zamzam disambut hangat oleh Kepala Desa Jumputrejo, Drs. Widarto. Foto: Istimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Halaman Balai Desa Jumputrejo tampak lebih ramai dari biasanya, Selasa (16/12/2025). Puluhan siswa SD Muhammadiyah 4 Zamzam mengikuti kunjungan edukatif bertema “Ketahanan Pangan Melon Hidroponik: Ketapang Menik.” Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah memperluas pengalaman belajar siswa melalui pembelajaran kontekstual yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Setibanya di lokasi, rombongan disambut oleh Kepala Desa Jumputrejo, Widarto. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran para siswa dan guru yang telah menjadikan Balai Desa Jumputrejo sebagai ruang belajar terbuka. Menurutnya, program melon hidroponik merupakan contoh nyata kontribusi desa dalam penguatan ketahanan pangan melalui pemanfaatan teknologi pertanian yang sederhana namun berdaya guna.

“Kami berharap anak-anak dapat melihat secara langsung bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari lingkungan sekitar, bahkan dari lahan yang terbatas. Hidroponik melon ini menjadi salah satu inovasi desa yang kami banggakan,” ujarnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembagian kelompok siswa. Dalam kelompok kecil, para siswa diajak mendekati area instalasi hidroponik melon. Dengan penuh rasa ingin tahu, mereka mengamati susunan pipa, aliran nutrisi, hingga buah melon yang tumbuh menggantung dengan rapi. Para pendamping menjelaskan proses penanaman, perawatan, hingga masa panen menggunakan bahasa yang mudah dipahami.

Tidak hanya mengamati, siswa juga diajak berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar manfaat sistem hidroponik serta perannya dalam menjaga ketersediaan pangan. Suasana belajar berlangsung aktif dan menyenangkan, jauh dari kesan formal, namun tetap sarat makna.

Wakil Kepala SD Muhammadiyah 4 Zamzam, Anang Wijayanto, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi sekolah dalam membentuk generasi Qurani yang mandiri dan berprestasi. Menurutnya, pengalaman belajar secara langsung sangat penting agar siswa tidak hanya memahami konsep ketahanan pangan secara teoretis, tetapi juga melihat penerapannya di tengah masyarakat.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“Anak-anak perlu diperkenalkan sejak dini bahwa pangan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kunjungan ini, mereka belajar tentang kemandirian, inovasi, serta kepedulian terhadap lingkungan,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Urusan Kurikulum SD Muhammadiyah 4 Zamzam, Fridalifia Maharani Putri, M.Pd., menyampaikan bahwa kunjungan ini selaras dengan pembelajaran berbasis proyek dan penguatan profil pelajar. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus kesadaran siswa akan pentingnya ketahanan pangan di masa depan.

Sebagai penutup, para siswa diajak menikmati hasil panen dengan makan melon bersama. Tawa dan ekspresi bahagia terlihat jelas saat mereka mencicipi melon segar yang sebelumnya hanya mereka amati tumbuh di instalasi hidroponik. Momen sederhana ini menjadi simbol pembelajaran yang bermakna, dari melihat, memahami, hingga merasakan hasilnya.

Melalui kunjungan ke Balai Desa Jumputrejo ini, SD Muhammadiyah 4 Zamzam kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang relevan, kontekstual, dan berakar pada nilai kehidupan nyata. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu