Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Belajar Memimpin dari Hati: Pesan Kepemimpinan Kepala SMAMIO di Future Leader Camp IPM

Iklan Landscape Smamda
Belajar Memimpin dari Hati: Pesan Kepemimpinan Kepala SMAMIO di Future Leader Camp IPM
Kepala SMAMIO memberikan materi belajar memimpin dari hati. Foto: Isrimewa/PWMU.CO
pwmu.co -

Udara sejuk Kota Batu, Jawa Timur, Selasa (13/1/2026), menjadi saksi lahirnya semangat baru para kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (SMAMIO). Di tengah suasana Future Leader Camp, para peserta larut dalam sebuah sesi reflektif bersama Kepala SMAMIO, Ibu Ulyatun Nikmah, M.Pd., yang hadir bukan sekadar sebagai pemateri, tetapi sebagai teladan kepemimpinan.

Dengan gaya penyampaian yang hangat dan mengalir, Ibu Ulyatun mengajak peserta memahami perbedaan mendasar antara pemimpin dan pimpinan. Menurutnya, pimpinan bisa lahir dari jabatan, tetapi pemimpin tumbuh dari kepercayaan, keteladanan, dan kemampuan menggerakkan orang lain.

“Memimpin bukan tentang posisi, tapi tentang proses,” tuturnya, membuka diskusi yang langsung menyentuh kesadaran peserta.

Ia kemudian mengulas proses membentuk kemampuan memimpin program. Sebuah proses yang tidak instan, melainkan ditempa melalui pengalaman, kegagalan, evaluasi, dan keberanian mengambil tanggung jawab. Dari sinilah, lanjutnya, seorang pemimpin belajar memahami dinamika tim dan tujuan bersama.

Dalam sesi tersebut, Ibu Ulyatun menekankan empat pilar kepemimpinan yang harus dimiliki setiap kader. Pertama, visi, sebagai arah dan cita-cita yang jelas. Kedua, SDM (orang), karena pemimpin sejati mampu merangkul dan menguatkan timnya. Ketiga, strategi, yakni kecakapan merancang langkah untuk mencapai tujuan. Keempat, integritas, sebagai fondasi moral yang menjaga pemimpin tetap lurus dalam setiap keputusan.

Tak kalah penting, ia mengingatkan tentang kekompakan dalam berorganisasi. Menurutnya, organisasi yang kuat bukan yang bebas perbedaan, tetapi yang mampu menyatukan perbedaan menjadi kekuatan.

“Dalam kepemimpinan, kita tidak dituntut untuk sempurna, tapi untuk saling menyempurnakan,” ujarnya.

Keteladanan kepemimpinan paling ideal, lanjut Ibu Ulyatun, tercermin pada sosok Nabi Muhammad SAW. Ia adalah pemimpin yang utuh dengan sifat shidiq, tabligh, amanah, dan fathonah—jujur, komunikatif, dapat dipercaya, dan cerdas. Nilai-nilai inilah yang relevan sepanjang zaman dan layak diteladani oleh para pemimpin muda.
Ia juga menyinggung realitas kepemimpinan yang tak selalu mudah.

“Setiap pemimpin pasti ada yang suka dan tidak suka,” pesannya lugas. Namun, hal itu tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berkarya. Justru di situlah seorang pemimpin diuji untuk tetap memberikan kontribusi terbaik bagi umat dan organisasi.

Untuk menguatkan pesannya, Ibu Ulyatun mengaitkan konsep kepemimpinan dengan nilai Al-Quran. Ia menyebut kandungan Surat An-Nisa ayat 48 sebagai pengingat pentingnya menjaga keikhlasan dan tanggung jawab moral, serta Surat Al-Ahzab ayat 21 yang menegaskan Rasulullah sebagai teladan terbaik dalam kehidupan, termasuk dalam memimpin.

Sesi tersebut ditutup dengan suasana hening penuh refleksi. Para peserta Future Leader Camp IPM SMAMIO tak hanya membawa pulang catatan materi, tetapi juga kesadaran baru: bahwa kepemimpinan adalah perjalanan panjang untuk memberi manfaat, menebar nilai, dan mengabdi dengan sepenuh hati.

Di Kota Batu hari itu, benih-benih pemimpin masa depan ditanam—siap tumbuh menjadi nahkoda perubahan.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu