Pagi itu, Jumat (30/1/2026), halaman SMP Muhammadiyah 24 Pataan, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, berubah menjadi ruang belajar terbuka. Bukan ruang kelas dengan bangku dan papan tulis, melainkan hamparan lapangan yang menjadi saksi dimulainya Latihan Kepemimpinan Penghela (LKP) Outdoor 2026 PA dan PP Al Mizan Muhammadiyah Lamongan, sebuah proses awal pembentukan jiwa kepemimpinan para pandu Hizbul Wathan.
Sejak matahari belum terlalu tinggi, semangat para peserta sudah terasa. Sebanyak 62 peserta—terdiri atas 31 ikhwan dan 31 akhwat dari kelas V diniyah atau kelas XI MAM 9 Lamongan—berangkat menuju lokasi pukul 08.00 WIB dengan antusias. Tepat pukul 09.00 WIB, rombongan tiba dan langsung bersiap memasuki rangkaian kegiatan.
Tanpa banyak jeda, Dewan Eksekutif memberikan pengarahan teknis pemasangan tenda. Peserta dibagi menjadi delapan regu: empat regu ikhwan dan empat regu akhwat. Suasana semakin hidup saat Master of Training mengawali sesi dengan ice breaking. Riuh tawa dan semangat kompetisi muncul ketika regu tercepat menjawab tantangan berhak memilih tenda lebih dulu.
Pukul 09.41 WIB, lapangan dipenuhi aktivitas. Setiap regu mulai mendirikan tenda. Di sinilah nilai kepemimpinan diuji sejak awal—pembagian tugas, komunikasi, dan kekompakan menjadi kunci. Ada yang mengikat tali, menegakkan tiang, hingga mengatur strategi agar tenda berdiri kokoh.
Keseruan berlanjut pada pukul 10.10 WIB. Tiga perwakilan dari peserta ikhwan dan akhwat mulai menyiapkan makan siang. Memasak di alam terbuka menjadi ruang belajar tersendiri. Kreativitas, kemandirian, dan kerja sama terlihat jelas dalam proses yang sederhana namun penuh makna itu.
Menjelang siang, peserta melaksanakan salat Jumat di musala setempat pukul 11.35–12.15 WIB. Usai salat, makan siang bersama menjadi momen kebersamaan yang memperkuat rasa persaudaraan sekaligus melatih kedisiplinan terhadap waktu dan aturan.
Apel pembukaan LKP Outdoor 2026 digelar pukul 13.30 WIB dan dibuka oleh Pembina; Ahsanul Arham.
Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa penghayatan lapangan merupakan praktik nyata dari materi LKP Indoor.
Momentum ini, menurutnya, adalah ajang pembuktian kemampuan kepemimpinan dan scout skill para penghela. Apel berlangsung khidmat, dipenuhi semangat fastabiqul khoirot.
Pukul 14.30 WIB, peserta menerima materi praktik mendirikan tempat istirahat di alam terbuka yang disampaikan Sholahudin.
Dengan hanya dua tongkat dan dua tali, peserta ditantang membangun tenda regu. Materi ini menuntut ketelitian, logika, serta kerja tim yang solid.
Penguatan soft skill dilanjutkan melalui materi Pertolongan Pertama Hizbul Wathan oleh Dewan Eksekutif. Setiap peserta diberikan studi kasus. Peserta yang menyelesaikan lebih cepat diminta mempresentasikan hasil penanganannya. Diskusi berlangsung aktif dan melatih keberanian berbicara di depan umum.
Menjelang sore, semangat peserta tetap terjaga melalui praktik upacara sebagai alat pendidikan. Setelah ishoma, kegiatan berlanjut dengan ujian Syarat Kenaikan Tingkat (SKT) Penghela Hizbul Wathan yang telah dimulai sejak LKP Indoor.
Malam hari menjadi puncak kebersamaan. Peluit berbunyi, peserta berkumpul mengelilingi api unggun yang menyala terang. Nyala api seakan mencerminkan semangat kepemimpinan yang mulai tumbuh. Pembina memimpin nyanyian api unggun, diikuti suara lantang para peserta dengan penuh kekompakan.
Pentas seni dari setiap regu menutup rangkaian hari pertama. Setiap penampilan menyuguhkan hiburan sekaligus pesan tentang kebersamaan, keberanian, dan kreativitas. Tawa, tepuk tangan, dan sorak semangat mengiringi malam yang hangat penuh makna.
Hari pertama LKP Outdoor atau Penghayatan Lapangan 2026 pun berakhir dengan kesan mendalam. Lebih dari sekadar kegiatan berkemah, para peserta mendapatkan pembelajaran nyata tentang kepemimpinan, disiplin, dan arti kebersamaan—sebuah bekal penting dalam perjalanan mereka sebagai kader Hizbul Wathan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments