Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Belajar Sains di Kampus, Siswa SD Muhammadiyah 7 Surabaya Uji Nutrisi Makanan

Iklan Landscape Smamda
Belajar Sains di Kampus, Siswa SD Muhammadiyah 7 Surabaya Uji Nutrisi Makanan
Belajar Sains di Kampus, Siswa SD Muhammadiyah 7 Surabaya Uji Nutrisi Makanan. (Habib Amrullah/PWMU.CO)
pwmu.co -

Siswa Sekolah Inovatif SD Muhammadiyah 7 Surabaya melaksanakan kegiatan praktikum di Laboratorium Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Selasa (20/1/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran tematik bertajuk Makanan Penting untuk Kesehatan.

Wali Kelas V Ibnu Sina, Natasyah Dwi Nursyamsi, S.Pd., menjelaskan bahwa praktikum tersebut bertujuan agar siswa memahami secara langsung kandungan nutrisi dalam makanan, khususnya karbohidrat, protein, dan lemak.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar menguji kandungan nutrisi makanan secara ilmiah, tidak hanya dari teori di kelas,” ujarnya.

Bahan makanan yang digunakan dibawa langsung oleh siswa, di antaranya nasi, kentang, ayam, telur rebus, alpukat, tahu, tempe, dan keju. Beragam bahan tersebut menjadi media pembelajaran kontekstual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Program Kelas Ilmuwan ini dibuka oleh Kepala Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UM Surabaya, Asy’ari, S.Pd., M.Pd. Ia menyampaikan bahwa kegiatan difokuskan pada pengujian kandungan nutrisi makanan dengan pendampingan dosen dan mahasiswa.

“Kegiatan ini akan didampingi oleh Pak Mulya dan mahasiswa Pendidikan Biologi agar siswa mendapatkan pengalaman belajar yang aman dan bermakna,” tuturnya.

Sebelum praktikum dimulai, siswa memperoleh pengarahan dari Dosen Pendamping Mulya Fitrah Juniawan, S.Si., M.Si. Kegiatan ini juga didampingi oleh Laboran Pendidikan Biologi Kamaliyah Rahmayati, S.Pd., M.Pd., serta beberapa mahasiswa Pendidikan Biologi, yakni Revina, Selmi, dan Nona.

Dalam pelaksanaannya, siswa melakukan pengujian dengan alat dan metode sederhana. Uji karbohidrat dan protein menggunakan larutan iodin dan biuret, sedangkan uji lemak dilakukan dengan metode gores pada kertas.

Proses praktikum diawali dengan penghalusan bahan makanan menggunakan mortir secara manual.

“Penghalusan dilakukan agar bahan makanan mudah bercampur secara homogen dengan larutan kimia, sehingga perubahan warna dapat diamati dengan jelas,” jelas Mulya.

Pada tahap pengamatan, uji karbohidrat ditandai dengan perubahan warna menjadi ungu pekat setelah dicampur larutan iodin. Sementara itu, uji protein menunjukkan perubahan warna menjadi ungu muda hingga jingga. Untuk uji lemak, bekas goresan pada kertas tampak transparan.

“Selama proses pengujian, siswa sangat antusias, mulai dari penghalusan bahan hingga pengamatan hasil,” ungkap Kamaliyah.

Setelah praktikum selesai, siswa mengerjakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dibagikan guru. Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi dan review hasil eksperimen.

Salah satu siswa kelas V, Muhammad Daffa Arsyad Atallah, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya senang sekali bisa tahu kandungan nutrisi dari makanan yang kami bawa, seperti nasi, alpukat, keju, dan lainnya,” katanya.

Hal senada disampaikan Syifa Zahidah Hartono.

“Kegiatannya seru karena kami bisa menguji langsung kandungan karbohidrat, protein, dan lemak dalam makanan,” ujarnya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu