Siswa kelas V Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 1 Menganti mengunjungi Museum Trowulan, Mojokerto, Kamis (23/10/2025). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran di luar kelas atau outdoor learning.
Sebanyak 78 siswa kelas V beserta wali kelas dan guru pendamping berangkat dari sekolah pukul 07.00 menggunakan dua armada bus.
Setibanya di sana, mereka mendapat sambutan dari salah satu pemandu museum, Trisyarah Febiola Rifana. Kak Febi, sapaannya, memberikan penjelasan kepada para siswa tentang makna museum serta benda-benda apa saja yang ada di dalamnya.
“Jadi, museum ini adalah tempat untuk menyimpan benda-benda kuno atau bersejarah dari masa lalu khususnya peninggalan Kerajaan Majapahit, yang bisa kita lihat dan pelajari saat ini” terang Kak Febi.
Ajak Siswa Tengok Koleksi Museum
Ia kemudian mengajak siswa berkeliling museum untuk melihat beberapa koleksi. Di antaranya arca, relief, keris, dan keramik. Para siswa juga mencatat hal-hal penting mengenai koleksi museum untuk meningkatkan literasi mereka.
Usai berkeliling dan melihat serta mempelajari sejarah di Museum Trowulan, rombongan Sekolah Kreatif Menganti ini kemudian melanjutkan perjalanan mereka. Masih mempelajari sejarah di kawasan Trowulan, Mojokerto, mereka mengunjungi Candi Tikus sebagai tujuan kedua.
Wali kelas V Al-Kindi, Melindha Dia Ayu Wulandari SPd, menerangkan kunjungan di Trowulan ini berkaitan dengan materi pembelajaran IPAS dan Pendidikan Pancasila yang akan dipelajari oleh para siswa.
“Dalam kunjungan ini mereka mempelajari dua materi sekaligus. Ada keberagaman kebudayaan di Indonesia dan peninggalan sejarah Indonesia sesuai materi IPAS, contohnya peninggalan Kerajaan Majapahit yang mereka lihat di museum ini” terang Ustadzah Mela, panggilannya.
Pendidikan Pancasila
Sedangkan untuk Pendidikan Pancasila, imbuh Ustadzah Mela, terdapat materi mengenai lambang negara Indonesia Garuda Pancasila, yang mana di dalam museum tersebut juga terdapat arca atau patung Dewa Wisnu yang menunggangi burung Garuda.
“Anak-anak jadi tahu cerita tentang burung Garuda, dan lebih kenal dengan lambang negara mereka” sambungnya.
Banyak pengetahuan dan informasi baru yang didapatkan oleh para siswa. Tak sedikit kesan dan cerita menarik yang mereka sampaikan. Terutama saat mengunjungi Candi Tikus. Banyak dari mereka yang mengira bahwa di dalam candi ini terdapat banyak tikus.
“Meskipun aku tidak membaca semua informasi di museum. Tapi aku tahu apa saja peninggalan Kerajaan Majapahit seperti arca dan patung” tutur Bima Sattiya Wibowo, siswa kelas V Al-Kindi.
“Sedangkan di Candi Tikus aku tahu informasi baru kalau candi ini dinamakan Candi Tikus, karena saat penemuannya dipenuhi sarang tikus” tambahnya.





0 Tanggapan
Empty Comments