
PWMU.CO – Saat ini debit air Bengawan Solo meningkat sehingga menyebabkan gedung SMP Muhammadiyah 17 Laren Lamongan banjir. Sampai berita ini ditulis ketinggian air mencapai 70 cm atau sampai di atas lutut dewasa (18/5/2025).
Banjir ini merupakan ketiga kalinya di tahun 2025 yang melanda gedung SMP Muhammadiyah 17 Laren dengan ketinggian hampir sama, pertama terjadi di bulan Januari, kemudian Februari, dan sekarang Mei 2025.
Akibat banjir ini berdampak pada terganggunya kegiatan pembelajaran kelas 7, 8, dan 9 yang saat ini masih ujian praktik. Di samping itu, berdampak secara psikologis bagi siswa dan dewan guru.

Kepala SMP Muhammadiyah 17 Laren, Faizin SPd menyatakan, “Apabila tidak segera surut maka kegiatan pembelajaran akan dialihkan ke Masjid at-Taqwa Keduyung seperti biasanya karena saat ini kelas sudah terendam. Sebenarnya kita punya kelas di lantai dua, tetapi karena akses menuju ke sana terkendala air, maka kami tidak mau mengambil resiko,” kata Faizin.
Apalagi satu minggu lagi akan ada event besar, yaitu kegiatan gebyar milad ke-40 SMP Muhammadiyah 17 Laren dengan mengadakan lomba yang diikuti oleh SD/MI dan SPS/KB/TK se-Wilayah Laren dan sebagian Kecamatan Widang. “Tentunya ini sangat mengganggu persiapan lomba,” tambahnya.
Di samping itu juga kerugian material tentunya tetap ada, seperti bangku, rak almari, dinding terendam oleh air, sehingga pasca banjir ada pembersihan dan pengecatan ulang.

Yang lebih parah adalah tergerusnya tanah tepian Bengawan Solo, di mana pondasi bangunan gedung akan membahayakan karena sudah mepet.
Guru SMP Muhammadiyah 17 Laren, Ahmad Shohib Zainuddin yang sampai saat ini masih berjaga di lokasi menyatakan, “Barang-barang sudah kami evakuasi bersama para siswa seperti buku-buku dan lainnya ke tempat yang lebih tinggi, termasuk pot bunga juga,” ujarnya.
Dia yang juga bagian dari panitia milad berharap, mudah-mudahan air segera surut, karena akan ada kegiatan milad SMP yang memerlukan persiapan, belum lagi harus bersih-bersih lebih dahulu.(*)
Penulis Tholin Editor Zahrah Khairani Karim






0 Tanggapan
Empty Comments