Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (BEM FIK) Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya menggelar Sosialisasi BEM Berdampak di Desa Ambunten Timur, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Ahad (9/11/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Hibah Pengabdian Masyarakat Kemendiktisaintek dalam skema BEM Berdampak 2025, yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui edukasi dan penerapan teknologi tepat guna.
Acara dimulai pukul 07.30 WIB dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan oleh MC Sulfiya. Setelah Gema Wahyu Ilahi (GWI) oleh Imam Muyessir, para peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah yang dipimpin oleh Nur Amalia Fitri.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua Pelaksana, perwakilan BEM FIK, dan Wakil Kepala Desa Ambunten Timur, Ahmad Sahidi.
“Sungguh senang dapat menyambut adik-adik mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya. Kami akan mendukung penuh setiap kegiatan yang memberi manfaat bagi warga Desa Ambunten Timur,” ujar Ahmad Sahidi.
Sosialisasi ini menyoroti dua persoalan utama masyarakat desa, yaitu air yang belum layak konsumsi dan pengolahan hasil laut yang masih tradisional.
Ketua Tim BEM Berdampak, Arief Tirtana, menjelaskan bahwa program ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu masyarakat menemukan solusi tepat dan berkelanjutan atas permasalahan air bersih serta pengolahan hasil laut,” ungkapnya.
Tim yang beranggotakan 30 mahasiswa ini mendapat pendampingan dari dosen FIK UM Surabaya, Dr. Ir. Listiari Hendraningsih, MP., IPM.
Inovasi Biofilter dan Pengering Hasil Laut
Dalam sesi materi, Mas Ardhi memperkenalkan dua inovasi utama, yaitu alat biofilter air bersih dan pengering hasil laut berbasis gas LPG. Kedua alat tersebut dirancang sederhana, efisien, dan mudah diterapkan oleh masyarakat pesisir.
Antusiasme warga sangat tinggi. Mereka terlibat langsung dalam praktik penggunaan alat biofilter dan proses pengeringan hasil laut. Para nelayan pun menyambut baik inovasi tersebut.
“Kami berharap program seperti ini terus berlanjut agar membawa perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat pesisir,” ujar salah satu warga Ambunten Timur.
Sebagai penutup, Nabila Fara Diva, Wakil Gubernur BEM FIK UM Surabaya, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin antara mahasiswa dan warga.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi menjadi awal kerja sama berkelanjutan. Kami siap mendukung masyarakat Ambunten Timur agar semakin mandiri dan sejahtera,” tuturnya.
Kegiatan Sosialisasi BEM Berdampak diakhiri dengan sesi foto bersama antara mahasiswa, dosen, dan warga Desa Ambunten Timur.






0 Tanggapan
Empty Comments