Momentum peringatan Natal dan Tahun Baru (Nataru) diharapkan tidak hanya dimaknai sebagai waktu berlibur, tetapi juga sebagai momen refleksi, kepedulian sosial, serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan.
Hal tersebut disampaikan Koordinator Umum Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Surabaya sekaligus Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Nasrawi, dalam rilis pernyataannya menjelang libur Nataru pada Kamis (25/12/2025)
Ia mengajak generasi muda di Kota Surabaya untuk memanfaatkan masa libur Nataru dengan kegiatan-kegiatan positif, seperti berkumpul dan bercengkerama bersama keluarga. Selain itu, Nasrawi juga mengimbau agar para pemuda menjauhi aktivitas negatif yang berpotensi meresahkan masyarakat, seperti balap liar dan berbagai bentuk kriminalitas.
“Libur Natal dan Tahun Baru seharusnya diisi dengan kegiatan yang bermanfaat dan bermakna. Kami mengajak generasi muda Surabaya untuk tidak terlibat dalam balap liar maupun aksi kriminal yang membahayakan diri sendiri serta mengganggu ketertiban umum,” ujar Nasrawi.
Ia menegaskan bahwa balap liar dan tindakan kriminal bukanlah cerminan pemuda Surabaya yang berkarakter dan berintegritas. Sebaliknya, generasi muda diharapkan mampu menjadi pelopor dalam menjaga ketertiban dan keamanan di tengah masyarakat.
“Pemuda harus hadir sebagai bagian dari solusi, bukan justru menjadi sumber persoalan. Menjaga kondusivitas kota merupakan tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Selain itu, Nasrawi menekankan pentingnya sikap tenggang rasa dan empati, mengingat sejumlah saudara sebangsa di Sumatera dan beberapa wilayah lain di Indonesia saat ini tengah menghadapi musibah bencana alam.
“Di tengah perayaan dan libur Nataru, kita tidak boleh abai terhadap duka yang dirasakan saudara-saudara kita di Sumatera dan wilayah lain yang terdampak bencana. Momentum ini harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk saling peduli, menumbuhkan empati, serta memperkuat solidaritas kebangsaan,” ungkapnya.
Ia menilai semangat kebersamaan dan kepedulian sosial merupakan nilai penting yang harus terus dijaga, terutama oleh generasi muda dan mahasiswa sebagai agen perubahan.
“Rayakan Nataru dengan kesederhanaan, tanggung jawab, dan nilai kemanusiaan. Jadikan momentum ini untuk memperkuat persaudaraan, menjaga keamanan kota, serta mendoakan dan membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” pungkasnya.
Di akhir pernyataannya, Aliansi BEM Surabaya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan selama libur Natal dan Tahun Baru, sekaligus memperkuat solidaritas nasional agar perayaan Nataru dapat berlangsung dengan aman, damai, dan penuh empati. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments