Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Benarkah Bacaan Surat dalam Shalat Hanya yang Berarti Memohon?

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Kontroversi Gambar Makhluk Bernyawa. Kajian oleh Dr Zainuddin MZ Lc MA, Direktur Turats Nabawi Pusat Studi Hadits, Sidoarjo.
Dr Zainuddin MZ Lc MA

Kesimpulan

Dengan demikian tidak benar jika orang yang sedang shalat yang tidak membaca ayat-ayat yang bernuansa doa itu dinilai tidak sah shalatnya. 

Hal yang sedemikian itu tidak masuk dalam rukun atau sunah-sunah dalam shalat, maka silakan seseorang membaca ayat apa saja yang ia mampu melafalkannya.

Memang ditemukan tuntunan dari Rasulullah saw., bahwa apabila Nabi SAW membaca ayat-ayat  yang bernuansa siksaan, maka beliau memohon perlindungan darinya, dan apabila Nabi membaca ayat-ayat yang bernuansa rahmat, maka beliau memohon fadhilah-nya.

Hadits Auf bin Malik al-Asyja’i

وَعَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ الْأَشْجَعِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: (قُمْتُ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةً) (فَبَدَأَ فَاسْتَاكَ ثُمَّ تَوَضَّأَ, ثُمَّ قَامَ يُصَلِّي وَقُمْتُ مَعَهُ, فَبَدَأَ فَاسْتَفْتَحَ الْبَقَرَةَ, لَا يَمُرُّ بِآيَةِ رَحْمَةٍ إِلَّا وَقَفَ فَسَأَلَ, وَلَا يَمُرُّ بِآيَةِ عَذَابٍ إِلَّا وَقَفَ يَتَعَوَّذُ ثُمَّ رَكَعَ فَمَكَثَ رَاكِعًا بِقَدْرِ قِيَامِهِ, يَقُولُ فِي رُكُوعِهِ: سُبْحَانَ ذِي الْجَبَرُوتِ وَالْمَلَكُوتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ) (ثُمَّ سَجَدَ بِقَدْرِ رُكُوعِهِ, يَقُولُ فِي سُجُودِهِ: سُبْحَانَ ذِي الْجَبَرُوتِ وَالْمَلَكُوتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ) (ثُمَّ قَامَ فَقَرَأَ بِآلِ عِمْرَانَ, ثُمَّ قَرَأَ سُورَةً) (ثُمَّ سُورَةً) وَفِي رِوَايَةٍ: (ثُمَّ قَرَأَ سُورَةً سُورَةً) (فَفَعَلَ مِثْلَ ذَلِكَ)

Auf bin Malik al-Asyja’i ra. berkata: (Aku shalat malam bersama Nabi) (Nabi memulai dengan bersiwak lalu wudhu. Lalu aku shalat bersamanya. Nabi memulai shalat dengan membaca surat al-Baqarah. Tidaklah Nabi membaca ayat yang bernuansa rahmat, kecuali Nabi berhenti sejenak untuk memohonnya, dan tidaklah Nabi membaca ayat bernuansa siksaan, kecuali Nabi berhenti sejenak dan memohon perlindungan. Lalu Nabi ruku’ yang lamanya seperti kadar berdirinya dengan membaca, maha suci Allah, Dia pemilik keperkasaan, ke¬kuasaan, kebesaran dan keagungan). (Kemudian Nabi sujud seperti kadar ruku’nya dengan membaca, Maha suci Allah, Dia pemilik keperkasaan, ke-kuasaan, kebesaran dan keagungan). Lalu bangkit dengan membaca surat Ali Imran, dan surat lainnya) (lalu surat lainnya). Dalam riwayat: (lalu membaca beberapa surat) (dan Nabi melakukan seperti itu).

HR Abu Dawud: 873; Nasai: 1132; Nasai dalam Kubra: 718; Ahmad: 24026; Baihaqi: 3504.

Editor Mohammad Nurfatoni

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu