Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Benarkah Pangan Impor Lebih Baik? Ini Kata Dosen UMMAD

Iklan Landscape Smamda
Benarkah Pangan Impor Lebih Baik? Ini Kata Dosen UMMAD
pwmu.co -
Dian Ardifah Iswari saat menjadi narasumber program Mozaik Indonesi RRI Madiun (Humas UMMAD/PWMU.CO)

PWMU.CO – Dosen Prodi Biokewirausahaan Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD), Dian Ardifah Iswari STP MSi hadir sebagai narasumber siaran program Mozaik Indonesia RRI Madiun, Selasa (11/2/2025). Tema yang diusung dalam siaran program berformat dialog itu adalah Optimalisasi Pangan Lokal untuk Pencegahan Stunting.

Dialog yang dipandu oleh host Prima Audia mendapat respons dari pemirsa YouTube RRI Madiun yang juga menyiarkan langsung acara tersebut. Salah satu pertanyaan yang muncul dari pemirsa YouTube siaran Mozaik Indonesia adalah mengenai penilaian bahwa barang impor lebih baik kualitasnya daripada pangan lokal.

“Memilih bahan impor karena kualitas bahannya lebih bagus daripada bahan lokal. Jarang sekali bahan lokal standar untuk diekspor?” tanya salah satu pemirsa di kolom komentar YouTube siaran Mozaik Indonesia.

Dian menerangkan bahwa hal tersebut terkait dengan industri makanan dan minuman di Tanah Air. Bicara kualitas, dimensi penilaiannya banyak. Jika kualitasnya terkait nutrisi, nutrisi ikan lokal tidak kalah.

“Maksudnya, proteinnya mau 2 gram ya 2 gram itu. Itu sudah bawaan si ikan. Kualitas itu yang dipikirkan mungkin tampilan luar. Ikan salmon dan ikan kembung kalau dijejer, cantik ikan salmon,” ujar dosen UMMAD itu.

Dian melanjutkan dengan menjelaskan bahwa pemahaman tentang kualitas ikan tuna di Indonesia yang bagus dan bisa diekspor terjadi karena ekonomi Indonesia belum bisa menjangkau harga kualitas tuna yang tinggi.

“Wajar saja kualitas bagus dikeluarkan (diekspor), kita grade B grade C, masuk ke kita. Jadi ada sortir dan grading, ya,” ujar Dian.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Dian juga mencontohkan realitas pisang cavendish, pisang tropis yang sangat populer di dunia, dengan mengatakan bahwa pisang cavendish berasal dari Indonesia dengan pabriknya di Lampung.

“Ternyata pisang yang ada (warna) coklatnya sedikit saja tidak boleh diekspor. Pisang walau ada (warna) coklatnya cuma satu masih bagus buat kita. Jadi memang kita belum mampu saja untuk membeli harga pangan (kualitas tinggi). Secara tampilan (barang impor) memang bagus, harga juga bagus, (tapi) nutrisi di dalamnya sama saja sebenarnya,” terang Dian.

Dalam pernyataan penutup dialog tersebut, Dian menyampaikan bahwa pangan lokal masih menjadi persoalan besar di Tanah Air karena rantai pasok pangan ke konsumen memiliki kesenjangan yang terlalu tinggi.

“Budaya membeli ke tangan pertama untuk membantu menekan harga pangan harus dilakukan. Jadi, kita jangan takut membeli pangan lokal karena ada anggapan kualitasnya rendah. Sesungguhnya alam kita kaya dan bisa membantu anak tumbuh sehat,” ujar Dian.

Penulis Pujoko Editor Zahra Putri Pratiwig

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu