Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Benturan Islam dan Dunia Barat Dikupas dalam Bedah Buku di UMSurabaya

Iklan Landscape Smamda
Benturan Islam dan Dunia Barat Dikupas dalam Bedah Buku di UMSurabaya
pwmu.co -
Diskusi buku di UMSurabaya. Dari kiri Mahsun Jayadi, Saad Ibrahim, Sudibyo Markus, Sigit, Ahmad Jainuri.

PWMU.CO– Universitas Muhammadiyah Surabaya menyelenggarakan bedah buku berjudul Dunia Barat dan Islam karya Dr Sudibyo Markus.

Acara memperingati milad Muhammadiyah ini dilaksanakan di Gedung At-Tauhid Tower lantai 13 UMSurabaya, Kamis (21/11/2019). Diskusi dihadiri pengurus dan kader Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Kota Surabaya sekitar 400 peserta.

Diskusi dibuka oleh Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof Dr Edy Suandy Hamid. Narasumber diskusi telah hadir penulis buku Dr Sudibyo Markus yang juga Ketua PP Muhammadiyah.

Sebagai pembanding Ketua PWM Jawa Timur Dr Saad Ibrahim yang juga dosen UIN Malang, dosen Umsida Prof Dr Ahmad  Jaenuri, dan Pendeta Sigit. Sedangkan Dr Mahsun Jayadi sebagai moderator.

Dalam sambutannya Rektor UMSurabaya Dr dr Sukadiono MM menyampaikan, perayaan milad ke-107 yang diselenggarakan ini dikemas secara intelektual dalam forum bedah buku.

”Agar menjadi penyemangat bagi seluruh civitas akademika UMSurabaya untuk berkarya. Karya intelektual seluruh dosen perlu distimulus melalui kegiatan-kegiatan ilmiah, seperti bedah buku karya Dr Sudibyo Markus yang cukup lama saya kenal saat menjadi Direktur RS Muhammadiyah Surabaya pada tahun 2000 silam,” katanya.

Sementara Prof Edy Suandy Hamid menuturkan, perkembangan UMSurabaya telah pesat, baik melalui prestasi akademik maupun non-akademik dan membuat gentar para kompetitornya. ”UMSurabaya dengan rencana membuat Innovation Centre  sebagai bagian menghadapi era disrupsi ini,” ujarnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Sementara Dr Sudibyo Markus dalam paparannya menyatakan, terjadi benturan peradaban antara kelompok Islam dan Barat. Sentimen keagamaan menjadikan diskursus Islam dan barat cukup terjal.

Kondisi itu, sambung dia, harus dijembatani agar Islam dan Kristen mampu merajut dan membangun peradaban.

Sejalan dengan pendapat Pendeta Sigit. Diskursus Islam dan Kristen yang harus dicari adalah common words  sehingga wajah Islam yang toleran dengan diskursus peradaban yang mulia dapat terwujud. (*)

Penulis Irul  Editor Sugeng Purwanto

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu