Beragam permainan yang disajikan dalam agenda Perkemahan Ceria Sabtu Ahad SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya (SD Musix) berhasil membangkitkan semangat para peserta yang terdiri atas siswa kelas IV hingga VI, Sabtu (24/1/2026).
Perkemahan yang digelar SD Musix tersebut menyajikan berbagai game edukatif dan menyenangkan bagi 18 kelompok peserta.
Pada awalnya, beberapa siswa menganggap kegiatan perkemahan ini sebagai acara yang membosankan. Namun, setelah mengikuti rangkaian kegiatan, antusiasme peserta terlihat meningkat.
Koordinator kegiatan, Warno Wisanggeni, S.Sy., menyampaikan bahwa kali ini mereka menyajikan beberapa permainan menarik bagi para peserta.
“Kali ini kami menyajikan beberapa game yang menarik untuk para peserta,” ujarnya.
Dalam permainan tersebut, peserta dibagi ke dalam tiga pos. Setiap pos menyajikan permainan yang berbeda. Pos pertama menyuguhkan game Kotak Warna, pos kedua menghadirkan game Tebak Benda, dan pos ketiga menyajikan game Tongkat Estafet.
“Selain tiga game tersebut, pada sesi terakhir juga digelar lomba memasak,” imbuhnya.
Para pembina telah menempati pos masing-masing. Di pos pertama, peserta memainkan permainan tebak warna. Para peserta berbaris di depan beberapa bidang warna yang telah disiapkan.
Ketika pembina menyebutkan salah satu warna, misalnya biru, seluruh anggota kelompok harus melompat ke warna tersebut secara bersamaan.
Apabila terdapat anggota kelompok yang salah melompat, peserta tersebut harus keluar dari barisan kelompoknya.
Salah seorang pembina, Azam Salam menjelaskan bahwa kelompok yang paling aman adalah kelompok yang jumlah anggotanya tidak banyak berkurang.
“Kelompok yang paling aman adalah kelompok yang jumlah anggotanya tidak banyak berkurang,” tuturnya.
Pos kedua mengajak para peserta bermain tebak gambar melalui isyarat bahasa tubuh. Dalam permainan ini, peserta diminta menjawab pertanyaan tanpa menggunakan kata-kata.
Sebagai contoh, ketika pembina menyampaikan pertanyaan dengan jawaban pensil, maka peserta tidak boleh menjawab secara lisan, melainkan melalui gerakan tubuh.
Sementara itu, salah satu siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 3 Gadung Surabaya, Tiara, yang bertugas di pos ketiga dituntut untuk lebih sigap. Pasalnya, permainan tongkat estafet yang disajikan menjadi game paling menantang di antara pos lainnya.
“Tim harus kompak dan berhati-hati karena permainan ini menyangkut keselamatan,” terangnya.
Selanjutnya, Tiara menjelaskan teknik permainan tersebut. Terdapat tiga tim yang saling bertanding. Setiap anggota tim dibagi menjadi beberapa pasangan. Masing-masing pasangan membawa sebuah tongkat, kemudian salah satu peserta menaiki tongkat tersebut dan harus meniti di atasnya.
Pasangan pembawa tongkat yang berada di posisi paling belakang segera berpindah ke bagian depan untuk melanjutkan lintasan peserta yang sedang meniti tongkat.
Tiara menjelaskan bahwa permainannya seperti orang naik tangga, tetapi anak tangganya yang berjalan.
“Permainannya seperti orang naik tangga, tetapi anak tangganya yang berjalan,” jelasnya.
Ketiga tim, lanjutnya, harus berlomba mencapai garis finish. Tim yang lebih dulu sampai di garis finish dan peserta yang meniti tongkat tidak terjatuh dinyatakan sebagai pemenang. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments