MI Muhammadiyah 5 Klagen, Kecamatan Maduran, Lamongan kembali menorehkan prestasi membanggakan. Madrasah kecil yang berada di tepi tanggul Bengawan Solo itu berhasil meraih Juara 1 Catur Klasik Putra pada Olimpiade Olahraga Siswa Muhammadiyah (O2SM) Se-Eks Karesidenan Bojonegoro Tahun 2025.
Di ajang yang sama, dua tahun sebelumnya, Asyfa—siswi MIM 5 Klagen—juga pernah mengukir prestasi dengan meraih tropi emas kategori Putri Tahun 2023. Konsistensi ini menjadikan nama MIM 5 Klagen semakin diperhitungkan di dunia catur pelajar.
Ahad sore (23/11/2025), di lantai dua SMA Muhammadiyah 1 Babat, Ahmad Hilmi Ramadloni, siswa kelas V, tampil sebagai pahlawan. Setelah beberapa kali mengikuti turnamen tanpa podium utama, kali ini Hilmi berhasil menembus puncak kemenangan untuk pertama kalinya.
Hilmi mulai belajar catur sejak kelas III, didukung penuh oleh kedua orang tuanya, Ahmad Udin dan Dewi Kartika. “Alhamdulillah, anak saya mau latihan secara rutin. Saya siap mengantar ke mana pun jika ada lomba,” ujar Dewi, yang juga merupakan guru di MIM 5 Klagen.
Madrasah Kecil yang Disegani
Meski namanya belum terlalu populer di kalangan masyarakat luas, MIM 5 Klagen sangat dikenal oleh para wasit, pelatih, dan official turnamen catur.
Dalam tiga tahun terakhir, madrasah ini sering masuk tiga besar pada berbagai kompetisi tingkat daerah, baik yang digelar lembaga pendidikan, Piala Bupati, hingga event Kemenpora Lamongan.
Uniknya, seluruh tenaga pendidiknya adalah perempuan. Namun hal itu tidak menghalangi mereka untuk membuktikan kualitas dan daya saing madrasah.
Empat Pilar Kekuatan MIM 5 Klagen
Keberhasilan MIM 5 Klagen tidak datang begitu saja. Ada empat pilar penting yang menopang prestasi catur di madrasah ini:
1. Peran Kepala Sekolah
Selalu aktif membangun komunikasi ke dalam dan luar sekolah, termasuk mencari informasi kompetisi catur.
2. Ketangguhan Siswa
Seleksi siswa yang siap berlatih, tidak mudah menyerah, dan berani berkompetisi.
3. Dukungan Orang Tua
Support mental dan finansial sangat menentukan kemajuan anak.
4. Pelatih yang Tepat
Mencari pelatih dari lingkungan sekitar yang memahami teori catur, selain pembinaan dari guru.
Langkah lanjutan yang disarankan adalah mendaftarkan siswa ke Percasi daerah setempat, seperti Percasi Lamongan, agar mendapat pembinaan lebih profesional.
Apresiasi Kepala Madrasah
Kepala MIM 5 Klagen, Nanik Ludianah, S.Pd., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Hilmi serta semua pihak yang terlibat.
“Prestasi ini bukan hanya membanggakan bagi pribadi dan keluarga, tetapi juga membawa nama baik bagi MI Muhammadiyah Klagen. Ini bukti bahwa disiplin, ketekunan, dan semangat kompetisi yang sehat dapat mengantarkan pada sukses,” tutur Nanik melalui pesan WA.
Keberhasilan MIM 5 Klagen menjadi bukti bahwa sekolah kecil bukan berarti kecil pula prestasinya. Jumlah murid yang sedikit bukan penghalang. Dengan kerja sama yang solid, pembinaan yang serius, dan dukungan orang tua, prestasi besar bisa diraih dari tempat yang sederhana. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments