Pagi itu, suasana SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo tampak sedikit berbeda. Tepat pukul 09.30 WIB, sebuah rombongan tamu dari SMA Muhammadiyah 1 (Muhi) Yogyakarta melangkah masuk ke lingkungan sekolah.
Mereka datang dengan satu tujuan utama: belajar langsung tentang penerapan Penilaian Kinerja Pegawai Muhammadiyah (PKPM) yang selama ini dijalankan Smamda Sidoarjo secara sistematis dan terintegrasi.
Empat perwakilan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta hadir dalam kunjungan tersebut, dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah Drs H Herynugroho M.Pd. Turut mendampingi Maryanto selaku tenaga IT; Mahargian Andrianto S.E Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana; serta Bayu Dwi Pinto Kurniawan S.Sos sebagai bendahara sekolah.
Rombongan disambut hangat oleh Kepala SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, M. Zainul Arifin S.Kom M.M bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana Naimul Hajar dan Tim IT Smamda, Dewangga Eka Putra.
Sambutan berlangsung akrab, mencerminkan semangat silaturahmi antarsekolah Muhammadiyah yang sama-sama berkomitmen pada peningkatan mutu pendidikan.
“Kami senang bisa berbagi pengalaman dan praktik baik. Sistem ini masih terus kami kembangkan, dan kami terbuka untuk saling belajar,” ujar M. Zainul Arifin saat membuka diskusi.
Jurnal Kinerja dan Penggajian Terintegrasi
Kegiatan diawali dengan presentasi mengenai sistem digital yang saat ini dijalankan Smamda Sidoarjo, mulai dari layanan untuk guru dan karyawan hingga sistem yang terhubung langsung dengan siswa serta orang tua/wali.
Namun, dari sekian banyak layanan yang dipaparkan, perhatian tamu tertuju pada satu hal krusial, yakni pengelolaan jurnal kinerja dan jurnal mengajar guru.
Bagi SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, jurnal tersebut bukan sekadar administrasi.
“Kami ingin memahami bagaimana jurnal kinerja dan jurnal mengajar ini benar-benar menjadi alat evaluasi, bukan hanya laporan formal,” ungkap Drs. H. Herynugroho, M.Pd.
Diskusi kemudian mengerucut pada integrasi sistem penggajian dengan jurnal kinerja, jurnal mengajar, serta ketepatan waktu kehadiran kerja. Sistem ini dinilai mampu mendorong kedisiplinan sekaligus menciptakan transparansi dan keadilan bagi guru dan karyawan.
Percakapan berlangsung hangat dan interaktif hingga menjelang siang. Tepat pukul 11.30 WIB, kegiatan ditutup dengan foto bersama sebagai penanda berakhirnya kunjungan.
Rombongan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta pun berpamitan untuk kembali ke Yogyakarta dengan membawa pulang inspirasi dan praktik baik dari Smamda Sidoarjo.
Kunjungan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi dan berbagi pengalaman antarsekolah Muhammadiyah merupakan langkah nyata dalam membangun tata kelola pendidikan yang profesional, modern, dan berkemajuan.





0 Tanggapan
Empty Comments