Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Berbasis IoT dan AI, COLARIX Mahasiswa UMM Raih Medali Emas PKMM

Iklan Landscape Smamda
Berbasis IoT dan AI, COLARIX Mahasiswa UMM Raih Medali Emas PKMM
Mahasiswa UMM Raih Medali Emas PKMM. Foto: Hassan/PWMU.CO
pwmu.co -

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua mahasiswa Program Studi Informatika UMM berhasil meraih medali emas dalam ajang Penghargaan Kreativitas Mahasiswa Muhammadiyah (PKMM) kategori Karsa Cipta (PKMM-KC) yang digelar pada November 2025.

Dua mahasiswa tersebut adalah Putri Nayla Sabri dan Nisrina Nurhafihah. Keduanya berhasil unggul berkat inovasi teknologi bertajuk COLARIX, sebuah perangkat cerdas untuk pemantauan kesehatan ternak berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI).

Capaian ini menegaskan peran mahasiswa UMM sebagai inovator muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peka terhadap persoalan riil di masyarakat, khususnya di sektor peternakan.

Putri Nayla Sabri menjelaskan bahwa PKMM merupakan wadah strategis bagi mahasiswa Muhammadiyah untuk mengembangkan gagasan inovatif berbasis riset dan kebutuhan nyata. Menurutnya, skema kompetisi ini memiliki kemiripan dengan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tingkat nasional, namun diselenggarakan secara khusus oleh Persyarikatan Muhammadiyah.

Mahasiswa asal Wamena tersebut menuturkan bahwa timnya mengangkat isu penyakit mulut dan kuku (PMK) yang masih menjadi persoalan serius di sektor peternakan. Penyakit ini berdampak langsung pada kesehatan ternak sekaligus menimbulkan kerugian ekonomi bagi peternak.

“Berdasarkan data kasus, PMK tercatat menginfeksi lebih dari 14.000 ekor ternak pada Desember 2024 hingga Januari 2025. Ini menjadi persoalan mendesak yang membutuhkan pendekatan inovatif berbasis teknologi,” jelasnya.

Berangkat dari persoalan tersebut, tim kemudian mengembangkan COLARIX, sebuah smart collar yang dirancang untuk memantau kondisi sapi pasca infeksi PMK secara otomatis dan real time. Perangkat ini mengintegrasikan kamera ESP32-CAM, sensor suhu DS18B20, serta sensor gerak MPU6050.

Data yang dikumpulkan kemudian diproses menggunakan algoritma MobileNet dan Dempster-Shafer Theory, sebelum ditampilkan dalam sebuah dashboard pemantauan kesehatan ternak.

Iklan Landscape UM SURABAYA

“COLARIX ini merupakan smart collar berbasis IoT dan AI yang digunakan untuk memonitoring kondisi sapi pasca infeksi penyakit mulut dan kuku,” ujar Putri.

Dalam proses pengembangannya, tim mengakui masih menghadapi sejumlah keterbatasan. Riset dilakukan dalam waktu relatif singkat, kurang dari dua minggu, dan produk masih berada pada tahap prototipe fungsional awal tanpa uji lapangan. Meski demikian, fokus utama tim adalah memastikan kelayakan teknis dan landasan ilmiah sebagai pijakan pengembangan lanjutan.

Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan kampus. Tim memperoleh pendampingan dosen pembimbing, fasilitasi akademik, serta ruang pengembangan ide di lingkungan Program Studi Informatika UMM.

Dosen Fakultas Teknik Program Studi Informatika UMM sekaligus pembina tim PKMM-KC, Zamah Sari, S.T., M.T., menilai inovasi COLARIX memiliki sejumlah keunggulan. Di antaranya sistem pemantauan real time dan non-invasif, penggunaan multi-sensor yang meningkatkan akurasi, serta biaya produksi yang relatif terjangkau sehingga berpotensi diterapkan di peternakan komunal.

Sebagai penutup, ia berpesan kepada mahasiswa UMM agar tidak ragu memulai ide dan berinovasi meskipun belum sempurna. “Inovasi bernilai lahir dari keberanian mengangkat masalah nyata dan kemauan untuk terus belajar,” ujarnya.

Prestasi ini menjadi bukti konsistensi UMM dalam melahirkan mahasiswa yang peka terhadap persoalan sosial dan mampu menghadirkan solusi berbasis teknologi bagi masyarakat. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu