Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Berikan Pemahaman Fiqih Kemuslimahan, SD Mutu Kagumi Gelar KAFILAH

Iklan Landscape Smamda
Berikan Pemahaman Fiqih Kemuslimahan, SD Mutu Kagumi Gelar KAFILAH
pwmu.co -
Para siswi kelas 4-6 SD Mutu Kagumi mengikuti kegiatan Kajian Fiqih Shalihah (Habiburrahman Zaki/PWMU.CO)

PWMU.CO – Seluruh siswi kelas 4 hingga kelas 6 SD Muhammadiyah 1 Balongpanggang (Mutu Kagumi) Gresik mengikuti kegiatan Kajian Fiqih Shalihah (KAFILAH) pada Jumat (24/1/2025).

Kegiatan ini diselenggarakan di Mushala SD Mutu Kagumi dan ditujukan khusus untuk siswi perempuan. Tujuannya adalah memberikan pemahaman tentang fiqih kemuslimahan, mengingat siswi kelas 4 hingga kelas 6 mulai memasuki masa pubertas.

Karakteristik masa remaja awal yang mencakup pencarian jati diri, perhatian terhadap penampilan dan penilaian dari teman sebaya, keyakinan bahwa pemikirannya selalu benar, ketidakseimbangan emosi, pemikiran moral yang semakin mendalam, kebutuhan akan privasi bahkan tertarik terhadap lawan jenis mulai ditunjukkan oleh para siswa-siswi kelas 4 hingga kelas 6 SD Mutu Kagumi.

Memahami hal tersebut, kegiatan KAFILAH hadir untuk mendampingi mereka dalam proses perkembangan diri.

Materi kali ini membahas tentang “Haid”, yang disampaikan oleh Kepala SD Mutu Kagumi, Liza Rahmawati dan Waka Ismuba, Yussi Mardiansyah selaku Waka Ismuba, dengan didampingi oleh seluruh ustadzah SD Mutu Kagumi.

Liza menjelaskan bahwa haid adalah proses yang normal dialami oleh setiap wanita. Ia mengingatkan agar tidak merasa khawatir atau panik ketika masa haid datang, serta menekankan pentingnya menjaga kebersihan selama haid.

“Sebab haid menandakan bahwa kalian sudah mulai beranjak dewasa, maka segala hal yang berkaitan dengan kebersihannya harus kalian lakukan sendiri. Tidak boleh menyuruh orang tua,” tegas Liza.

Sementara itu, Yussi menyampaikan materi tentang tata cara mandi besar atau mandi junub setelah masa haid selesai.

“Dimulai dengan niat mandi junub, mencuci tangan, membersihkan kotoran di tempat tersembunyi hingga lipatan-lipatan tubuh, berwudhu, membasuh anggota badan sebelah kanan tiga kali, memijat kulit kepala, kemudian membasuh seluruh tubuh, dan diakhiri dengan membaca doa setelah selesai mandi junub,” jelas Yussi.

Siswi-siswi mendengarkan penjelasan tersebut dengan seksama dan antusias, karena sebagian dari mereka sudah mengalami masa haid, sementara bagi yang belum, materi ini menjadi pengetahuan baru yang sangat menarik.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan para siswi terkait materi ini menunjukkan antusiasme mereka dalam memahami tahap perkembangan yang sedang mereka alami.

Salah satu siswi, Mehnaz Zhia Hirani, bertanya apakah boleh membaca al-Quran saat haid.

Yussi kemudian menjawab, “Boleh. Di ponsel banyak aplikasi al-Quran yang bisa kalian buka dan baca.”

Sementara, siswi lainnya, Hana Hanzalah Junaidi bertanya apakah boleh saat haji dan umrah saat sedang haid?

Sementara itu, siswi lainnya, Hana Hanzalah Junaidi, bertanya apakah boleh melakukan haji dan umrah saat sedang haid.

“Tidak boleh. Haji dan umrah adalah ibadah. Jadi, jika kalian sedang haid, kalian hanya bisa berada di penginapan atau jalan-jalan saja. Tunggu hingga haid selesai, baru bisa melaksanakan ibadahnya,” jawab perempuan yang juga kepala Taman Pendidikan al-Quran Al Muhajirin tersebut.

Setelah penjelasan materi selesai, kegiatan KAFILAH ditutup dengan shalat Dhuhur berjamaah, dengan Erlita Syafa Althafunnisa, siswi kelas 6 yang bertindak sebagai imam.(*)

Penulis Habiburrahman Zaki Editor Ni’matul Faizah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡