Ada tiga pertanyaan penting: mengapa manusia harus berislam, bagaimana menjalani keislaman dengan benar, dan untuk apa berislam?
Dalam pola hubungan majikan dan pekerja, atau atasan dan bawahan, sebelum pekerja menerima upah—yang dalam bahasa agama disebut pahala—ada baiknya para pekerja (yakni manusia) mengenali tiga hal penting dalam hidupnya: alat, bahan, dan proses.
Jika ada pertanyaan mengapa manusia harus berislam, jawabannya karena dengan berislam manusia memperoleh alat yang tepat dari Allah yang berfungsi sebagai pedoman hidup yang benar.
Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad berfungsi sebagai alat hidup yang di dalamnya berisi bahan pencerahan, petunjuk agar manusia memperoleh kebaikan dunia dan akhirat, serta memperoleh keselamatan dan kebahagiaan.
Manusia disebut berislam dengan benar apabila ada kesanggupan menerima Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad sebagai alat hidupnya.
Banyak bahan yang dapat ditemukan di dalamnya jika manusia mau membacanya, memahaminya, dan mengamalkannya.
Berislam dengan benar berarti kesadaran menjalani proses hidup dengan akhlak yang terpuji, kasih sayang, tolong-menolong, serta menjaga keseimbangan hidup jasmani dan rohani.
Berislam dengan ajaran dan nilai-nilai sebagai alatnya, yang isinya merupakan kumpulan dari firman Allah dan sabda Nabi Muhammad sebagai bahan yang harus dibaca, dipahami, dan diamalkan.
Proses ini jika dijalani secara benar, akan menyelamatkan manusia dari kejahatan, menciptakan kedamaian, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Pilihan menjadi manusia berislam lebih ditujukan karena manusialah yang membutuhkan pegangan hidup dan pedoman yang mengatur seluruh aspek kehidupannya, baik di dunia maupun di akhirat.
Islam menawarkan konsep dan nilai-nilai yang menjadi pedoman terlengkap untuk kehidupan manusia.
Berislam adalah jalan menuju keselamatan dan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat. Islam melindungi manusia dari tindakan dan pemikiran yang merusak diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan lingkungan.
Berislam yang benar berarti berkesadaran mengamalkan seluruh ajaran dan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad saw.
Berislam berarti sanggup menerapkan nilai-nilai universal, seperti: bersih, suci, kasih sayang kepada sesama, peduli terhadap yang lemah, tolong-menolong, bertutur kata yang baik, menjaga kebenaran, amanah, jujur, syukur, ikhlas, dan pemaaf.
Berislam berarti menyebarkan kebaikan dan menjauhkan diri dari segala jenis perbuatan yang merusak diri maupun orang lain.
Dengan berpegang teguh pada ajaran dan nilai-nilai Islam, sudah sewajarnya jika manusia meraih kebahagiaan dan keberuntungan hidup, baik semasa di dunia maupun setelah kematian.
Seorang Muslim berarti harus sanggup menghadirkan diri hidup di jalur pacu keselamatan dan sanggup menahan diri untuk tidak menyakiti orang lain, sehingga tercipta kehidupan yang damai. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments