Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Berita Itu Punya Misi, Foto Jurnalistik Mewakili 1000 Kata

Iklan Landscape Smamda
Berita Itu Punya Misi, Foto Jurnalistik Mewakili 1000 Kata
pwmu.co -
Berita itu punya misi dan foto harus bisa berbicara lebih dari 1000 kata. Itulah yang disampaikan Pemimpin Redaksi PWMU.CO Mohammad Nurfatoni.
Peserta sedang mengambil gambar dalam praktik foto jurnalistik dalam Pelatihan Menulis Berita yang digelar Mugebs School di Spemdalas, Sabtu (22/2/20). (Ila Karimy/PWMU.CO))

Berita Itu Punya Misi

Dalam kesempatan yang sama, Nurfatoni juga mengupas tentang unsur dalam penulisan berita.

Dia mengatakan, selain berita harus mengandung unsur PAMFAL (penting, akurat, menarik, faktual, dan kengkap), langkah awal yang harus dilakukan adalah menulis lead atau kepala berita.

Lead mencerminkan isi berita dengan menggunakan karakter di atas 120 dan di bawah 159 atau rata-rata 20 kata,” jelas pria kelahiran Lamongan, 22 januari 1969 tersebut.

Lead itulah, katanya, memuat visi dan misi berita. Jadi berita itu punya tujuan. Tidak mengalir begitu saja. Seorang jurnalis harus punya tujuan dari apa yang ditulisnya, meski dia tak boleh memasukkan opini dalam beritanya. Sebab berita itu punya misi.

Dan isi berita harus berfokus pada lead. Semua tulisan harus mengarah dan mendukung lead. “Dari lead itulah kita mengambil judul, yang terdiri dari 5 sampai 6 kata,” ujarnya.

Lead dikembangkan menjadi berita yang memuat deskripsi dan konfirmasi atau wawancara nara sumber yang ditulis menggunakan kutipan langsung dan tak langsung.

Fatoni mewanti-wanti peserta agar mencatat dan atau merekam apa yang disampaikan nara sumber. Hal itu, menurutnya, harus dilakukan agar tidak terjadi salah kutip atau bias berita.

“PWMU.CO pernah dikomplain Anggota DPR RI, karena dianggap apa yang disampaikan nara sumber tidak sama dengan yang diberitakan,” ungkapnya. “Maksudnya sama tapi dengan bahasa berbeda. Ini karena kontributor mengandalkan hafalan.”

Fatoni berharap semua peserta pelatihan bisa meningkatkan kemampuan dalam menulis berita. “Mari tingkatkan, dari menulis hardnews ke menulis softnews. Berita jenis kedua ini banyak di sukai karena berisi ‘di balik berita’, tuturnya.

Kegiatan pelatihan menulis berita yang berlangsung pukul 08.00-15.00 WIB ini tampak heboh dengan praktik fotografi dan menulis berita.

Peserta ditantang untuk mengirimkan foto, video, dan berita terbaik sesuai dengan peristiwa yang terjadi di ruang pelatihan hampir seharian itu. Foto, video, dan tulisan terbaik mendapatkan hadiah menarik dari nara sumber dan panitia.

Dalam penjurian Fatoni dibantu dua co-editor PWMU.CO: Ichwan Arif dan Ria Pusvita Sari. (*)

Kontributor Anita Firlyando dan Zeny Lutfiyah. Co-Editor Ichwan Arif. Editor Mohammad Nurfatoni.

Mohammad Nurfatoni jelaskan foto bisa berbicara. (NavIyarr/PWMU.CO)
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu