
PWMU.CO – Hari Jumat, 1 Muharram 1447 Hijriyah, yang termasuk dalam bulan arba’atun hurum (empat bulan suci dalam Islam), menjadi momen penuh berkah dan refleksi. Pada hari mulia ini, saya mendapat amanah untuk menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Muhammadiyah Bluri.
Dalam khutbah, saya membuka dengan seruan tauhid, “Marilah ucapkan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Mari bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad.”
Saya juga mengajak jamaah untuk saling berwasiat dalam ketakwaan kepada Allah, merujuk pada firman-Nya dalam QS An-Nisa’ ayat 36:
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnusabil, serta hamba sahaya yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri.”
Saya juga menyampaikan bahwa menyeru kepada kebajikan adalah bentuk sedekah, sebagaimana sabda Rasulullah dalam riwayat Bukhari: “Kullu ma’rufin shadaqah.” (Setiap kebaikan adalah sedekah).
Abu Musa Al-Asy’ari meriwayatkan sabda Rasulullah, bahwa setiap muslim memiliki kesempatan untuk bersedekah. Bila tidak memiliki harta, maka ia dianjurkan bekerja dengan tangannya, menolong sesama, menyuruh kepada kebaikan, atau setidaknya menjauhi perbuatan jahat. Termasuk menjauhi tindakan seperti menipu, bertengkar, ghibah, berbohong, mengumpat, menghina, bakhil, berzina, mencuri, hingga memfitnah.
Setelah salat Jumat, seluruh jamaah masjid disuguhi gule kambing dan sate ayam. Saat pulang, mereka juga membawa berkat.
Sesampainya di rumah, saya mendapat undangan tasyakuran walimatul ‘ursy Rislu Muhtadi bin Dono dan Ma’rifatun di Jalan Taruna RT 1 RW 1 Takerharjo. Mereka menikah dengan Tsania Putri Wihdati Rohmania binti Ali Fauzi dan Lilik Hidayah. Akad nikah telah dilangsungkan pada Ahad, 22 Juni 2025 pukul 09.00 di Masjid Darussalam RT 3 RW 2 Sidodadi Kranji, Paciran, Lamongan.
Acara walimatul ‘ursy dipandu oleh Abdullah SAg SPd. Pembacaan ayat suci Al-Quran dibawakan oleh Deviany Hanadia binti Nurfain SPd. Pengajian iftitah disampaikan oleh Ali Makhfudz, anggota DPRD dan Ketua PAN Kabupaten Lamongan. Sambutan shahibul hajah disampaikan oleh Drs H Amirul Mu’minin MA, Ketua PRM Takerharjo. Tausiah dan doa dipimpin KH Ihsan dari Karangtawar.
“Semoga pengantin merasa tentram dan saling mengasihi dan menyayangi serta jangan timpakan hujan di atas kami,” doa beliau, seraya berharap hujan deras yang mengguyur para tamu segera reda.
Hujan pun akhirnya mereda. Tamu kehormatan seperti anggota DPRD Jatim, Ketua Pemuda Muhammadiyah Jatim, Ketua Karang Taruna Kabupaten Lamongan, serta tokoh agama turut hadir dan berfoto bersama. Mereka disuguhi makan bergizi dan menerima berkat.
Para tamu juga tak lupa mendoakan: “Ya Allah! Berkahilah apa yang Engkau berikan kepada mereka, ampunilah mereka dan rahmatilah mereka.”
Berkah lainnya datang pada Jumat petang, saat saya dibelikan nasi goreng dan legen oleh Qoshid Azzahid. Seusai makan, saya pun berdoa, “Ya Allah! Berkahilah kami dengan makan itu dan berilah makanan atau minuman yang lebih baik lagi.” (*)
Penulis Mushlihin Editor M Tanwirul Huda





0 Tanggapan
Empty Comments