
Oleh: Moh. Helman Sueb (Pembina Pesantren Muhammadiyah Babat, Lamongan)
PWMU.CO – Semua orang memiliki kiblat yang menjadi arah hidup. Meskipun demikian, kita tetap diperintahkan untuk berlomba dalam kebaikan (Baca: QS. Al-Baqarah: 148).
Beramal saleh dengan melakukan kebaikan adalah perbuatan yang terpuji. Tidak semua orang yang mendengar kebaikan dan melihat kebaikan itu melakukan kebaikan. Penyebabnya bisa jadi karena belum mendapatkan hidayah, ketidaktahuan, atau ketidakfahaman terhadap agama.
Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Siapa yang dikehendaki Allah menjadi orang baik, maka Allah akan memberikan kepahaman agama kepadanya.” (Muttafaq ‘alaih)
Kita dapat menyerap dari hadits di atas bahwa orang yang tidak paham agama, peluangnya menjadi orang baik sangat kecil.
Berbeda dengan orang yang beriman, Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan dua balasan kebaikan dan tidak membedakan jenis kelamin, sebagaimana firman-Nya dalam QS. An-Nahl: 97: ‘Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.’
Dalam Tafsir Muyassar diterangkan, “Barangsiapa mengerjakan amal shalih, baik lelaki maupun perempuan, sedang ia beriman kepada Allah dan rasul-Nya, maka Kami akan beri dia kehidupan bahagia dan tentram di dunia, walaupun dia tidak banyak memiliki harta, dan Kami benar-benar akan memberikan balasan pahala bagi mereka di akhirat dengan balasan yang lebih baik dari apa yang mereka perbuat di dunia.”
Iman dan amal saleh merupakan perangkat untuk menggapai cahaya. Kesempatan ini tidak boleh kita sia-siakan, baik laki-laki maupun perempuan, agar tidak merugi.
Kita telah memiliki iman sebagai modal berharga yang bernilai tinggi. Iman merupakan potensi rohani yang menjadikan amal seseorang diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tanpa iman di hati, amal baik seseorang tidak dapat diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Inilah motivasi yang sangat luar biasa. Semoga kita menjadi pelaku kebaikan sekaligus terus berlomba menggapai cahaya-Nya.
Editor Zahra Putri Pratiwig





0 Tanggapan
Empty Comments