Kabar gembira bagi santri Al-Ishlah Sendangagung Paciran Lamongan Jawa Timur datang di hari Selasa 31 Maret 2026. Ada 33 santri masuk di Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), diantaranya ada Ketua Organisasi Pelajar Ponpes Al-Ishlah (OPPI) periode 2025, Atria Adhara Zayyana Kelas XII-I lolos ke Universitas Airlangga di Fakultas Psikologi S1.
Ditemui pewartan PWMU.CO, Senin (6/4/2026) putri pasangan Iswahjudy dan Shofiyah ini mengaku bersyukur dan senang sekali bisa masuk di jalur prestasi rapor ini, dia berharap teman-temannya tidak perlu khawatir, karena masih banyak jalur masuk PTN, contohnya tanggal 7 April nanti ada jalur yang akan diumumkan.
Rona bahagia masih tergambar jelas di wajahnya, senyum manisnya tersungging di dua bibirnya, dan syaratnya begitu kuat dan semangat menjawab setiap pertanyaan. Bagaimana tidak, keinginan dan harapannya bisa kuliah di kampus idaman di kota Surabaya serasa terbayang di depan mata. Dia juga merasa usahanya selama ini tidak sia-sia dan doanya dikabulkan oleh Allah yang maha kuasa.
Dia mengakui, pengalaman berorganisasi khususnya di OPPI menjadikannya lebih berani dan memiliki rasa optimistis lebih tinggi, pasalnya di OPPI selalu dikejar _timeline_ kegiatannya terorganisir dan berorientasi target berhasil dan layanan terukur.
“Ayo teman tetap semangat, masih ada banyak jalur menuju kampus favorit, tak harus PTN, PTS pun tak kalah mutunya, contohnya Sekolah Tinggi Ilmu Alquran dan Sains Al-Ishlah (STIQSI) Lamongan,” ujar santri asal Randegansari, Driyorejo, Gresik ini.
“Untuk adekku yang duduk kelas XI MA Al-Ishlah Sendangagung, Kalau mau masuk PTN harus merencanakan strategi untuk lolos (apapun jalurnya). Mulai dari kenali kampus, jurusan, alumni, hingga resiko yang akan dihadapi. Kenali kemampuan diri, ika memang SNBP adalah target, maka belajar dengan tekun dan aktiflah di organisasi,” pesan santri kelahiran 25 Agustus 2007 ini.
“Ikuti perlombaan, baik yang diadakan oleh universitas maupun yang diadakan oleh puspernas. Apapun skala lombanya (disarankan yang linier dan minimal internasional). Dan aktif berorganisasi. Pengalaman berorganisasi (terutama ketua organisasi) dapat menjadi penunjang jika ingin mengikuti jalur khusus yang diadakan kampus. Karena jalur organisasi tidak dapat digunakan saat pendaftaran SNBP,” pungkasnya.
Santri berkacamata ini mengaku selalu berkomunikasi dengan orang tua dan minta ridha dari keduanya, dia pun melakukan banyak-banyak beribadah dan berdoa, dan dia juga pesantren punya andil besar dalam rangka kesuksesan santrinya untuk melanjutkan di perguruan tinggi.
Pembimbing dan Pemandu Karier Santri kelas XII MA Al-Ishlah Sendangagung, Kavy Shobah menambahkan,
“Peran Pesantren Al-Ishlah dalam mengantarkan ke PTN ternama harus juga diakui sangat besar perannya, pasalnya, akreditasi sekolah yang baik dan kegiatan sosialisasi, konseling, dan bimbingan intensif oleh pihak sekolah,” terang guru asal Paciran ini. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments