Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Bhabinkamtibmas Hadir di MBS Prof Hamka Kota Madiun, Tanamkan Edukasi Pencegahan Bullying

Iklan Landscape Smamda
Bhabinkamtibmas Hadir di MBS Prof Hamka Kota Madiun, Tanamkan Edukasi Pencegahan Bullying
Aris Budianto Bhabinkamtibmas Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, memberikan edukasi pencegahan bullying kepada santri MBS Prof Hamka Kota Madiun. (Hasna/PWMU.CO)
pwmu.co -

Upaya pencegahan bullying tidak cukup hanya dengan imbauan. Menyadari pentingnya edukasi sejak dini, Bhabinkamtibmas Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, Aris Budianto, memberikan penguatan langsung kepada santri di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Prof Hamka Kota Madiun, Rabu (28/01/2026). Kegiatan ini dipusatkan di Kampus Putra.

Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta bebas dari praktik perundungan. Dalam pemaparannya, Aris menjelaskan bahwa bullying memiliki beragam bentuk, baik fisik maupun verbal, seperti memukul, mengejek, hingga mengintimidasi teman.

“Niat datang ke sekolah adalah untuk mencari ilmu dan memperbaiki diri, bukan untuk membully teman. Sesama teman harus saling menghormati dan menjaga,” tegasnya

Dihadapan para santri Ia juga menekankan bahwa prestasi akademik tidak akan bermakna tanpa diiringi perilaku yang baik. Menurutnya, sikap hormat kepada guru dan sesama merupakan pondasi utama dalam membentuk karakter yang kelak dapat diterima di tengah masyarakat.

“Sehebat dan sepandai apa pun seseorang, kalau berani kepada guru maka tidak ada gunanya. Yang utama adalah perilaku, karena dari sekarang kita belajar menghargai orang lain agar kelak kita juga dihargai,” ujarnya.

Lebih lanjut, Aris menekankan pentingnya keberanian untuk melapor apabila terjadi perundungan di lingkungan sekolah.

“Jika tidak dilaporkan, pelaku akan terus melakukan ancaman dan bertindak semena-mena. Melapor adalah langkah penting agar bullying bisa dihentikan,” jelasnya.

Terkait cara menghilangkan trauma akibat perundungan, Aris menegaskan bahwa dampak bullying sangat beragam, karena kondisi mental setiap orang berbeda.

“Perundungan bisa menyebabkan trauma berat, bahkan mendorong korban menyakiti dirinya sendiri. Pun pelaku bullying juga dapat diproses secara hukum,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa agar bullying tidak menjadi tradisi, diperlukan efek jera, tindak lanjut yang jelas, serta keterbukaan santri untuk berdiskusi dengan guru BK atau pendamping sekolah.

Selain isu perundungan, sosialisasi ini juga menyoroti bahaya rokok dan narkoba di kalangan remaja. Aris menjelaskan bahwa kebiasaan merokok umumnya bermula dari rasa penasaran yang kemudian berlanjut pada kecanduan. Sementara itu, narkoba dapat merusak kesehatan mental hingga menyebabkan halusinasi.

Untuk menghindari kebiasaan tersebut, Aris menyarankan agar santri mengisi waktu dengan kegiatan positif, memperbanyak minum air putih, serta menjauhi lingkungan pertemanan yang memicu kebiasaan merokok.

“Biasakan diri berbuat baik dan saling menolong. Kalau kita sering menolong orang lain, insyaAllah kita juga akan ditolong. Dan juga perlu diingat ketika kita bermasalah, yang paling sedih dan paling repot adalah orang tua,” pesannya.

Sementara itu, Kepala SMP MBS Prof Hamka, Imron Wafdurrahman, menyambut baik kegiatan tersebut dan menegaskan komitmen sekolah dalam membangun lingkungan pendidikan yang berkarakter Islami.

“Kami mengapresiasi kerja sama dan kehadiran langsung Bhabinkamtibmas di sekolah. Kami berkomitmen menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan berlandaskan nilai-nilai Muhammadiyah. Bullying tidak boleh mendapat ruang, dan santri harus tumbuh menjadi pribadi yang berakhlakul karimah serta bertanggung jawab,” tuturnya.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu