Pertemuan ke-2 guru TPA/TPQ se-Kabupaten Gresik yang diselenggarakan di TK Aisyiyah 42 Kebomas dan dihadiri sekitar 30 guru berlangsung penuh antusias, Sabtu (22/11/2025).
Para peserta yang merupakan guru TPA/TPQ menyimak materi dengan serius. Setelah pertemuan pertama pada Oktober lalu, pertemuan kali ini ternyata lebih banyak diikuti guru baru.
Karena itu, materi yang semula direncanakan dari jilid 4 ke jilid 7 harus kembali diulang dari jilid 1. Namun, bukannya keberatan, guru yang mengikuti pertemuan pertama justru senang karena membuat ingatan materi mereka semakin kuat.
Titin Sundari, guru TPA Aisyiyah Sidayu, mengatakan untuk kembali ke jilid 1 agar peserta baru dapat mengikuti materi, dan peserta lama semakin hafal. Para peserta kompak dan materi pun kembali mengulas dari jilid 1.
Suasana pelatihan semakin harmonis tatkala satu per satu guru memperagakan huruf hijaiyah mulai dari alif sampai ya’. Citra, teman tuli yang hadir dalam kegiatan itu, memberikan contoh di depan para peserta.
Satu sama lain saling mengoreksi dengan sesekali diselingi tawa karena jemari yang tampak kaku. Hal ini menghadirkan nuansa inklusif yang hangat.
Innik Hikmatin selaku pemateri selalu meneliti gerakan jari satu per satu peserta. Pada beberapa kesempatan, ia memperbaiki ketika ada peserta yang keliru memutar atau meletakkan posisi tangannya.
Hal menarik terjadi ketika seorang peserta yang keliru pada satu huruf justru terlihat membetulkan temannya pada huruf lain.
Innik Hikmatin berujar, “Loh, tadi ibu yang dibenarin, sekarang gantian ibu yang membenarkan temannya,” dengan senyum lucu.
“Jadi kita tidak boleh menyerah. Keliru di satu huruf bukan berarti tidak bisa, kan? Ternyata malah benar di huruf lainnya,” tandasnya.
Gelak tawa pun memenuhi ruangan setelah ucapannya itu.






0 Tanggapan
Empty Comments