Antusiasme Guru
Semangat para guru TPA/TPQ dalam menghafal huruf hijaiyah semakin bertambah. Materi kemudian dilanjutkan ke jilid berikutnya hingga jilid 7, mencakup penggunaan sukun, tanwin, tasydid, hingga hukum tajwid dalam Al-Qur’an.
Innik Hikmatin memberikan contoh terlebih dahulu, kemudian peserta mengikuti dengan saksama. Beberapa peserta terlihat sibuk mengayunkan tangan saat menemukan bacaan baru. Mereka selalu memastikan jari yang mereka bentuk sudah benar.
Tim yang hadir juga ikut meneliti dan membantu peserta yang terlihat kebingungan. Meski tertatih, jemari yang awalnya kikuk perlahan mulai lebih lentur merangkai satu demi satu huruf bacaan.
Setelah menunjuk beberapa peserta untuk memperagakan bacaan di tempat, Innik Hikmatin meminta dua peserta maju ke depan untuk saling menyimak sebagai bentuk model ekspresif-reseptif.
Dengan begitu, masing-masing peserta dapat saling melengkapi dan memiliki kesempatan yang sama. Hari itu tuntas sudah pemberian materi dari jilid 1 hingga jilid 7: mulai mengenal huruf hijaiyah, harakat, tanwin, sukun, tasydid, huruf sambung, bacaan mad, huruf muqatta’ah, tanda sifr, tanda waqaf, hingga isyarat tajwid.
“Jika sudah begini, maka tinggal pembiasaan saja,” ujar Innik Hikmatin sebagai nasihat kepada para guru TPA/TPQ.
Menjelang akhir pertemuan, peserta meminta agar pelatihan mengaji isyarat ini diadakan kembali. Mereka memahami besarnya manfaat mempelajari metode ini untuk membantu teman tuli yang belum mengenal cara membaca Al-Qur’an dengan isyarat.
Antusiasme tersebut mencerminkan bahwa peran guru TPA/TPQ dalam mengajarkan Al-Qur’an tidak terbatas hanya pada kalangan tertentu.
Mereka meyakini bahwa mengamalkan Al-Qur’an adalah tugas mulia, terlebih bagi para teman tuli yang sangat membutuhkan perhatian dan kepedulian mereka.






0 Tanggapan
Empty Comments