Suasana ruang pertemuan SD Muhammadiyah 1 dan 2 Sepanjang (Mumtaz) mendadak hidup. Sabtu (11/4/2026), rombongan guru SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya (SD Musix) datang bukan sekadar berkunjung, tetapi membawa satu misi besar: membongkar rahasia sukses sekolah unggulan.
Dalam sambutannya, Kepala SD Musix, Munahar, S.H.I., M.Pd., dengan tegas menyampaikan harapan yang langsung menyita perhatian peserta.
“Kami mohon, rahasia-rahasia sukses SPMB di SD Mumtaz ini benar-benar dibongkar,” ujarnya.
Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Ia menyinggung capaian luar biasa SD Mumtaz yang telah menutup pendaftaran sejak Oktober, bahkan untuk tahun ajaran 2026–2027 sudah menerima inden lebih dari 100 calon siswa.
Suasana diskusi pun menghangat. Rasa penasaran berubah menjadi semangat belajar. Apa sebenarnya kunci kepercayaan masyarakat yang begitu besar?
Kolaborasi, Bukan Kompetisi
Dalam sesi diskusi, Nurmala, S.Ag., Humas SD Musix, mengangkat pertanyaan strategis terkait jejaring sekolah.
“Bagaimana bentuk kompensasi kepada TK yang menjadi sekolah primer?” tanyanya.
Jawaban dari pihak SD Mumtaz justru membuka perspektif baru. Keberhasilan tidak dibangun dari kompetisi semata, tetapi dari kolaborasi.
“Seluruh fasilitas di SD Mumtaz boleh digunakan. Bahkan seluruh SDM kami, jika ingin dimanfaatkan, kami persilakan,” ungkap pihak sekolah.
Jawaban itu seolah menjadi kunci: sekolah besar lahir dari keterbukaan, kepercayaan, dan kemauan untuk tumbuh bersama.
Multi-Talent School: Semua Anak Punya Panggung
Tak berhenti pada strategi SPMB, rombongan juga diajak menyelami kekuatan program unggulan SD Mumtaz. Melalui pemaparan tim Humas, terungkap bahwa sekolah ini mengusung konsep Multi-Talent School.
Program ini mengembangkan enam potensi utama siswa, yakni Islamic Talent, Academic Talent, Language Talent, Arts Talent, Sports Talent, dan Life Skill Talent. Setiap anak diberi ruang untuk bersinar. Tidak ada yang tertinggal. Tidak ada yang diabaikan.
Inklusi yang Nyata, Bukan Sekadar Wacana
Keunggulan lain yang mencuri perhatian adalah program inklusi. SD Mumtaz menghadirkan sistem pendampingan yang terstruktur dan menyeluruh. Mulai dari asesmen siswa, pelatihan guru, dukungan terapi, hingga pendampingan melalui home care dilakukan secara berkelanjutan.
“Pendampingan tidak berhenti di sekolah, tetapi juga sampai ke rumah melalui program home care,” jelas tim Humas.
Saat ini, sekitar 90 siswa inklusi ditangani dengan pendekatan profesional. Peran Guru Pendamping Inklusi (GPI) pun tidak sekadar mendampingi, tetapi juga menyusun program pembelajaran sesuai kebutuhan masing-masing siswa.
Pembelajaran Inovatif untuk Generasi Masa Depan
Dalam bidang akademik, SD Mumtaz menghadirkan berbagai program inovatif. Di antaranya Differentiated Learning, Smart Academic Clinic, Student Research Project, hingga STEM Learning Program.
Tak hanya itu, pembelajaran berbasis teknologi seperti Virtual Reality serta program Student Book Authoring turut mendorong siswa menjadi kreatif, kritis, dan produktif sejak dini. Semua dirancang untuk satu tujuan: mencetak generasi unggul yang siap menghadapi masa depan.
Silaturahim yang Menguatkan Langkah
Di akhir kegiatan, suasana berubah menjadi hangat dan penuh keakraban. Jamuan bakso dan lontong sate menjadi simbol eratnya ukhuwah antarpendidik. Canda, tawa, dan diskusi ringan mengalir tanpa sekat.
Hari itu, SD Musix tidak hanya pulang membawa catatan, tetapi juga membawa semangat baru. Bahwa sekolah hebat tidak dibangun sendirian. Harus ada keberanian untuk belajar, kerendahan hati untuk berbagi, dan kekuatan untuk berkolaborasi. Karena sejatinya, pendidikan terbaik lahir dari kebersamaan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments