Sorak sorai semangat dan dentuman ritmis alat musik menggema di area Wisata Bahari Lamongan (WBL). Di tengah panas matahari dan riuh tepuk tangan penonton, pasukan kecil berseragam rapi dengan wajah sumringah melangkah pasti.
Mereka adalah Drumband Bahana Melati MI Muhammadiyah 1 Godog, peserta kategori Elektrik Junior dalam ajang WBL Marching Competition (WMC) 2025 bertema “Goes to WMC 2025.”, Ahad (2/11/2025).
Ajang bergengsi yang diikuti peserta se-Jawa Timur dari berbagai tingkatan, mulai dari MI/SD, SMP, hingga umum ini menampilkan empat kategori: Brass, Non Brass, Elektrik, dan Konser.
Bagi Bahana Melati, lomba ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah untuk menyalakan semangat juang dan menampilkan bakat terbaik siswa-siswi MI Muhammadiyah 1 Godog.
Angling Darma, Kisah yang Menginspirasi
Dengan membawakan tema “Angling Darma”, sebanyak 48 peserta dari Korps Drumband Bahana Melati tampil memukau. Mereka membawa spanduk bertuliskan MI Muhammadiyah 1 Godog di kedua sisi, seolah menegaskan identitas dan kebanggaan mereka.
Barisan pembawa bendera tampil gagah dan penuh percaya diri. Di sisi kanan berdiri Hayu Fitroh Su’udi, di sisi kiri Muhammad Al Bustomi. Pembawa spanduk kanan Muhammad Nur Biandika, spanduk kiri Dafis Raka Al Khalifi, sementara pembawa bendera kebangsaan dipercayakan kepada Adiba Khansa.
Tak ketinggalan, tiga sosok penting dalam formasi tampil dengan peran istimewa: Jihan Talita Khumairah sebagai Gita Pati, Muhammad Jefrey Maulana Ibrahim sebagai Paramananda, dan Flora Cantika Bidadari Arham sebagai Paramanandi. Dengan kostum bernuansa kerajaan, mereka seolah menghidupkan kembali kisah legenda Angling Darma di tengah arena WBL.
Latihan, Keringat, dan Semangat Tak Pernah Padam
Menurut Saiful Arif, S.Pd, Pelatih ekstrakurikuler Drumband MI Muhammadiyah 1 Godog, partisipasi kali ini menjadi pengalaman berharga bagi para siswa di periode 2025/2026.
“Lomba WMC ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari pembelajaran di luar kegiatan belajar mengajar. Anak-anak belajar disiplin, kerja sama, dan pantang menyerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, latihan intensif dilakukan setiap pagi dan sore. “Dalam peribahasa, usaha tidak akan mengkhianati hasil. Semangat berlatih dan terus berlatih, insyaAllah akan membuahkan hasil terbaik,” tambahnya penuh optimisme.
Setelah tampil dengan penuh dedikasi, Bahana Melati MI Muhammadiyah 1 Godog akhirnya berhasil meraih hasil gemilang. Dari delapan peserta kategori kirab, mereka meraih posisi kelima secara keseluruhan, sekaligus membawa pulang sejumlah penghargaan bergengsi:
- Juara 2 Visual Effect
- Juara 2 Music Analysis
- Juara 3 Color Guard
- Juara 2 Street Parade Elektrik Junior
“Alhamdulillah, ini adalah hasil dari kerja keras dan kekompakan seluruh tim. Saya sangat bangga atas perjuangan anak-anak drumband periode 2025/2026 yang telah mengharumkan nama madrasah,” ungkap Hudatul Umam, S.Pd, Kepala MI Muhammadiyah 1 Godog.

Sebagai wujud rasa bangga, para peserta pun serentak meneriakkan yel-yel penuh semangat:
“MI Muhammadiyah 1 Godog, saatnya juara!”
Bagi para guru dan pembina, ajang ini bukan hanya soal piala, tetapi juga tentang membentuk karakter. Nilai-nilai seperti kerja keras, kebersamaan, dan sportivitas tumbuh seiring dentuman drum dan kibasan bendera para peserta.
Dari WBL, mereka pulang membawa kenangan, pengalaman, dan semangat baru untuk terus melangkah lebih jauh. Karena bagi mereka, setiap langkah kecil yang diiringi irama perjuangan akan selalu menuju satu tujuan: mengharumkan nama MI Muhammadiyah 1 Godog dengan prestasi dan akhlak yang membanggakan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments