Empat puluh murid dan tiga guru MA Muhammadiyah (MAM) 8 Takerharjo Solokuro, Lamongan, memborong roti canai Mas Noto karena ibunya sakit. Mereka memborong setelah melangsungkan salat asar berjamaah dan kultum di Masjid Ar-Rayyan, Jumat (26/9/2025).
Kultum disampaikan oleh Trifti Qurrota Aini. Perempuan kelahiran Lamongan, 12 September 2010 ini, mengangkat tema makanan haram. Makanan haram adalah makanan yang dilarang dalam Islam untuk dikonsumsi.
Misalnya bangkai, darah, daging babi, serta hewan yang disembelih bukan atas nama Allah. Selain itu, minuman memabukkan (khamr), makanan yang diperoleh dari hasil riba, atau pencurian.
Anak dari Mukminin tersebut mengajak hadirin untuk memilih makanan yang halal. Ada beberapa warung makan di Takerharjo yang menyediakan makanan halal.
Di antaranya Panji Kedaton, Sate Subur, Telaga Rahmat, Bluron Café, Candi Samudro, Warung Mak Umi Primarasa, nasi bebek Cak Lik, ayam geprek, lontong Musriyatun, bakso Watun, dan kedai roti canai Mas Noto.
Guru menindaklanjuti kultum dengan memborong roti canai Mas Noto untuk membantu ibunya yang sakit. Selain itu juga memotivasi murid menjadi pengusaha sukses sekaligus peduli terhadap masyarakat yang membutuhkan modal usaha. Karena itu, setiap murid iuran Rp6.000–Rp8.000 dan dibayarkan ke Mas Noto.
Mas Noto pun menuliskan resep membuat roti canai dan mengajarkannya, yaitu sediakan ember untuk 1 kg tepung, 1 sendok garam, 1 sendok gula, 4 sendok susu kental manis, 1 butir telur, dan 1 sendok margarin. Beri air secukupnya, lalu aduk hingga kalis.
Mas Noto bahkan mempersilakan murid untuk request lagu karaoke, merekam video, dan foto bersama.
Guru MAM 8 Takerharjo, Kunawi, mengucapkan terima kasih kepada Mas Noto yang bersedia mengajari cara membuat roti canai. Sebab melalui pengamatan simulasi, murid mampu mempraktikkan cara membuat dan menjual roti canai dengan benar. Semoga Mas Noto semakin jaya dan memperoleh rezeki melimpah serta berkah.
“Aamiin ya rabbal ‘alamin. Sama-sama, Pak. Kami juga sangat berterima kasih atas kunjungannya. Kami berharap murid-murid membiasakan berperilaku jujur setiap makan di warung. Selain itu, murid juga mampu mengembangkan keterampilan berwirausaha untuk modal masa depan,” jawab Mas Noto.






0 Tanggapan
Empty Comments