Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Budayakan Literasi, Siswa SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage Membuat Puisi Jepang Bersama

Iklan Landscape Smamda
Budayakan Literasi, Siswa SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage Membuat Puisi Jepang Bersama
pwmu.co -
Siswa SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage praktik menulis Haiku. (Afidah/PWMU.CO)

PWMU.CO – Budayakan Literasi, Siswa SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage membuat Puisi Jepang (Haiku) bersama-sama. Kegiatan ini merupakan agenda Orang Tua Mengajar untuk kelas 6, di mana wali murid yang menjadi narasumbernya. Jumat (31/01/2025).

Acara ini berlangsung di Auditorium SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage dengan jumlah peserta 112 siswa dan 7 guru. Narasumber kali ini yaitu orang tua Zayyan kelas 6 Zahrawi, Isnin Ainie SPd MPd.

Kegiatan kali ini mengusung tema “Rekayasa dan Teknologi” dengan topik “Menuangkan pengalaman dalam Sebuah Tulisan”. Dengan menulis pengalaman mereka dalam tulisan diharapkan dapat menjadi ruang untuk siswa kelas 6 mengungkapkan imajinasinya.

Sebelum kegiatan dimulai, Waka Kurikulum, Suci memberikan sambutannya, “Hari ini kalian akan mengabadikan kenangan kalian dalam sebuah tulisan. Jadi jika kalian besar nanti kalian akan ingat apa saja yang pernah kalian alami lewat tulisan tangan kalian. Kalian bisa curhat dengan kata-kata yang positif,” ujarnya.

Kegiatan Orang Tua Mengajar. Orang tua Zayyan kelas 6, Isnin Ainie SPd MPd. (Afidah/PWMU.CO)

Ohayou gozaimasu,” sapa Isnin. Sontak anak-anak menjawab sapaan Isnin, “Ohayou gozaimasu sensei“.

Sapaan menggunakan Bahasa Jepang oleh narasumber ini merupakan pengantar kegiatan Orang Tua Mengajar. Isnin adalah salah satu dosen yang mengajarkan mahasiswanya Bahasa Jepang.

Isnin juga melanjutkan sapaannya dengan pertanyaan, “Menurut kalian kenapa kita harus menulis?,” tanyanya. “Seru aja, asyik, ya supaya dibaca orang banyak,” sahut anak-anak. “Nah ternyata menulis itu seru ya menurut kalian,” jawab Isnin

Materi cukup seru dan menarik dikemas Isnin untuk siswa kelas 6. Mereka diajak membuat sebuah tulisan dalam bentuk Haiku.

Haiku adalah puisi tiga baris yang terdiri dari 17 suku kata yang disusun sebagai baris lima suku kata, diikuti oleh baris tujuh suku kata, dan diakhiri dengan baris lima suku kata lainnya.

Haiku bergantung pada bahasa karena jumlah suku kata di setiap baris dapat berubah saat diterjemahkan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ia juga memberikan sebuah contoh puisi, Shizuka ya (suasana yang sepi) 5 / Hanazaki niwa no (di kebun yang bunganya bermekaran) 7 / Haru no ame 5 (hujan di Musim Semi). Ini menggambarkan sebuah malam yang sunyi terdengar suara katak seperti kecipak air.

Isnin juga memberikan sebuah gambar, dan meminta anak-anak membuat Haiku. “Tetesan air,” sahut Uwais dan Haitham, dilanjutkan teman-temannya.

Selanjutnya ia juga membagikan sebuah gambar, dan memberikan tantangan kepada siswa agar membuat Haiku pada sebuah kertas post-it warna warni.

10 menit berlalu, satu persatu menempelkan pada tiang kokoh ruangan. Tulisan-tulisan mereka pun menghiasi tiang Auditorium. Isnin tampak senang ternyata mereka memahami materi yang ia sampaikan.

Siswa kelas 6 Zahrawi, Arfa maju untuk membacakan sebagian Haiku yang dibuat teman-temannya.

Di ujung materi, Isnin berpesan agar mereka menuliskan setiap apa yang mereka alami, temui, dan semoga dengan puisi Jepang itu mereka dapat pergi ke Jepang nantinya.(*)

Penulis Afidah Amalia Editor Zahrah Khairani Karim

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu