Kegiatan Buka Bersama Ramadhan 2026 yang diselenggarakan oleh Al Fattah Center pada Senin (9/3/2026) berlangsung khidmat di markaz center Hay Sifarat, Kairo, Mesir.
Kegiatan buka bersama ini menjadi momentum penting bagi para mahasiswa Indonesia untuk berkumpul, mempererat silaturahmi, serta saling menguatkan semangat menuntut ilmu di negeri para ulama.
Acara buka bersama yang digelar pada awal Ramadhan tersebut dihadiri oleh keluarga besar Pondok Pesantren Al Fattah Buduran Sidoarjo yang tergabung dalam Al Fattah Center, mulai dari generasi pertama hingga generasi ketiga, serta para pengajar Madrasah Al Fattah Center.
Dihadiri Lintas Generasi Mahasiswa
Kehadiran lintas generasi dalam kegiatan ini menunjukkan kuatnya ikatan kekeluargaan yang terbangun di antara para mahasiswa Indonesia yang sedang menimba ilmu di Mesir. Mereka berkumpul tidak hanya untuk berbuka puasa bersama, tetapi juga memperkuat ukhuwah dan semangat kebersamaan dalam perjuangan menuntut ilmu.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan sejumlah sambutan dari perwakilan setiap generasi mahasiswa yang tergabung dalam Al Fattah Center.
Kisah Perjalanan Generasi Pertama
Sambutan pertama disampaikan oleh Muhammad Zadit Taqwa selaku perwakilan generasi pertama. Dalam penyampaiannya, ia mengenang perjalanan awal keberangkatan bersama Al Fattah Center menuju Mesir.
Ia menceritakan bagaimana semangat para mahasiswa pada masa awal keberangkatan menjadi fondasi kuat yang membentuk kebersamaan serta solidaritas di antara anggota Al Fattah Center hingga saat ini.
Pesan Semangat Generasi Kedua
Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan generasi kedua, Dizhwar Aydeen Noor. Dalam pesannya, ia menegaskan bahwa Al Fattah Center bukan sekadar lembaga yang membantu proses keberangkatan mahasiswa ke Mesir.
Lebih dari itu, Al Fattah Center merupakan komunitas belajar yang mendorong para anggotanya untuk terus menjaga semangat dalam menuntut ilmu.
Ia juga mengingatkan bahwa perjalanan menuntut ilmu tidak berhenti pada proses keberangkatan saja, tetapi harus diiringi dengan kesungguhan belajar, kedisiplinan, serta kesiapan untuk terus memperbaiki diri.
Mahasiswa diharapkan tidak hanya mendengar dan mencatat apa yang disampaikan para dosen di kelas, tetapi juga berusaha memahami, mengulang, dan memperdalam ilmu tersebut agar benar-benar menjadi bekal yang bermanfaat.
Tausiyah tentang Semangat Ramadhan
Salah satu sesi yang paling berkesan dalam kegiatan ini adalah tausiyah yang disampaikan oleh Ustaz Usama Nabhan, Lc selaku pembimbing Madrasah Al Fattah Center.
Dalam ceramahnya, ia menegaskan bahwa bulan Ramadhan bukanlah waktu untuk bermalas-malasan, melainkan momentum perjuangan dan kemenangan bagi umat Islam.
Menurutnya, dalam sejarah Islam banyak peristiwa besar yang terjadi pada bulan Ramadhan. Hal tersebut menunjukkan bahwa Ramadhan bukan penghalang produktivitas, tetapi justru menjadi kesempatan untuk meningkatkan kedisiplinan, kesungguhan, serta kekuatan spiritual.
Dalam nasihatnya, ia mengingatkan bahwa seorang penuntut ilmu harus mampu memerangi tiga musuh utama dalam dirinya, yakni hawa nafsu, kemalasan, dan kebodohan.
- Hawa nafsu yang sering menggoda manusia untuk memilih kenyamanan daripada perjuangan.
- Kemalasan yang dapat menghambat proses menuntut ilmu.
- Kebodohan yang hanya dapat dilawan dengan kesungguhan dalam belajar.
Mahasiswa asal Sidoarjo tersebut juga mengingatkan bahwa para mahasiswa yang datang ke Mesir membawa amanah besar dari keluarga maupun umat.
“Oleh karena itu, masa belajar harus dimanfaatkan sebaik mungkin dengan keseriusan, keikhlasan, dan semangat yang tinggi,” tuturnya.
Pererat Ukhuwah di Perantauan
Menjelang waktu berbuka puasa, seluruh peserta berkumpul dalam suasana penuh kehangatan untuk melaksanakan buka puasa bersama.
Momen tersebut menjadi kesempatan berharga bagi para anggota Al Fattah Center untuk saling bertukar cerita, mempererat hubungan persaudaraan, serta saling menguatkan dalam perjalanan menuntut ilmu di perantauan.







0 Tanggapan
Empty Comments