Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur kembali menggelar Festival Anak Sholeh Muhammadiyah (Fashmu) ke-2 pada Sabtu (4/10/2025) di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membentuk karakter anak sejak dini melalui aktivitas bernuansa islami dan edukatif.
Festival dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.M, mantan Rektor UM Surabaya yang kini juga aktif sebagai Ketua PWM Jatim.
Dalam sambutannya, Prof Sukadiono menekankan pentingnya menjaga dan merangsang fungsi korteks prefrontal pada otak anak. Bagian otak ini berperan besar dalam pengambilan keputusan, pengendalian emosi, serta perilaku sosial.
“Kalau anak-anak kita terus-menerus diberikan paparan perbuatan baik, maka fungsi korteks prefrontalnya akan tetap terjaga. Di sinilah pentingnya Festival Anak Sholeh ini, sebagai upaya membentuk perilaku dan karakter positif sejak dini,” ujarnya.
Korteks prefrontal (PFC) merupakan bagian otak depan pada puncak lobus frontal. Fungsinya meliputi perencanaan, pengambilan keputusan, pengendalian diri, dan pemrosesan emosi. Area ini adalah salah satu bagian otak yang berkembang paling akhir—biasanya hingga usia 25 tahun—dan terhubung dengan banyak area lain untuk mengintegrasikan informasi sensorik sekaligus memengaruhi perilaku.
Ia menambahkan, kerusakan pada korteks prefrontal dapat disebabkan oleh trauma, tumor otak, maupun kebiasaan buruk yang dilakukan terus-menerus. Oleh karena itu, pembiasaan akhlak yang baik sangat penting untuk mendukung perkembangan mental dan perilaku anak.
Acara pembukaan turut dihadiri sejumlah tokoh Muhammadiyah, termasuk dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, di antaranya Ustaz Hamri Al Jauhari dan Ustaz Suhadi M Sahli, Wakil Ketua PDM Kota Surabaya. Kehadiran para orang tua dan ratusan peserta Fashmu dari berbagai daerah di Jawa Timur menambah semarak acara ini.
Prof Sukadiono juga menyampaikan bahwa Fashmu kali ini merupakan penyelenggaraan yang kedua. Tahun sebelumnya, kegiatan serupa digelar di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA). Namun, ia tidak sempat hadir. Tahun ini, karena diselenggarakan di kampus yang pernah ia pimpin, ia merasa bersyukur bisa membuka acara secara langsung.
“Kalau paparan kebaikan ini terus dilakukan secara konsisten, insya Allah anak-anak kita akan tumbuh menjadi pribadi yang Sholeh dan Sholehah hingga dewasa nanti,” tambahnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments