Majelis Pustaka, Informasi, dan Digitalisasi (MPID) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menaruh harapan besar terhadap perkembangan PWMU yang kini memasuki usia sembilan tahun. Hal tersebut disampaikan Sekretaris MPID PWM Jatim, Dr Radius Setiawan MA, saat membuka Rapat Kerja (Raker) dan Bengkel Jurnalistik PWMU di Villa Graha Umsida Trawas, Senin-Selasa (1-2/9/2025).
Dalam sambutannya, Radius mengingatkan tentang tantangan era digital yang semakin kompleks. Ia menyinggung istilah Digital Dictatorship yang dicetuskan oleh Yuval Noah Harari. Menurutnya, istilah ini menggambarkan kondisi di mana pemerintah atau pihak berkuasa dapat mengendalikan negara melalui teknologi informasi. “Kita kini menghadapi era Digital Dictatorship. Pemerintah bisa mengendalikan masyarakat melalui instrumen digital,” jelasnya.
Radius menekankan bahwa di tengah tantangan tersebut, media digital memiliki ruang yang sangat besar untuk berkembang. PWMU, dengan pengalaman sembilan tahun, dinilai sudah memiliki kapabilitas untuk menjadi saluran penyebaran informasi Persyarikatan serta menyajikan kabar terkini secara masif.
“PWMU memiliki posisi penting untuk menjadi rujukan informasi yang kredibel dan bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti perubahan gaya jurnalistik saat ini. Jika sebelumnya dikenal dengan pendekatan 5W+1H, kini berkembang model penulisan yang lebih menggunakan sentuhan sastra sehingga mampu menghadirkan kedalaman sekaligus daya tarik bagi pembaca.
“Kami berharap PWMU, baik PWMU.CO maupun PWMUTV, dapat terus berkembang tidak hanya dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas. Apalagi, redaksi saat ini sudah dibimbing oleh kawan-kawan yang berpengalaman,” tuturnya.
Dengan dorongan tersebut, Radius optimistis PWMU akan mampu menjawab tantangan era digital sekaligus menjadi media yang lebih kuat dan berkualitas di masa mendatang. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments