Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Buka Rakernas LPCRPM, Dahlan Rais Sampaikan Karakteristik Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur

Iklan Landscape Smamda
Buka Rakernas LPCRPM, Dahlan Rais Sampaikan Karakteristik Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur
Suasana Rakernas LPCRPM PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Usai membuka CRM Award VI dan Expo di pelataran parkir Masjid Al-Jihad Banjarmasin, Ketua PP Muhammadiyah Dahlan Rais langsung bertolak menuju Kampus Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) untuk membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LPCRPM, Kamis (13/11/2025). Perjalanan dari masjid menuju kampus UMB ditempuh sekitar 30 menit.

Dalam sambutannya, Dahlan menyinggung tema Milad ke-113 Muhammadiyah tahun ini, yakni “Memajukan Kesejahteraan Bangsa.” Menurutnya, tema tersebut sangat penting dan sejalan dengan konsep Qur’ani: Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur.

Karakteristik Negara yang Baik

Dahlan kemudian menguraikan sejumlah karakteristik Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur. Di antaranya:

  • Pemimpin yang menjadi teladan sekaligus melayani rakyat.
  • Masyarakat yang menjaga kelestarian alam dan tidak merusaknya.
  • Kehidupan sosial yang berkeadilan dan berkeadaban.

“Tema Milad Muhammadiyah tahun ini menarik dan sangat realistis,” ujarnya.

“Memajukan kesejahteraan bangsa.”

Ia menilai kondisi Indonesia saat ini masih jauh dari ideal. Tingkat kemiskinan masih tinggi, akses pendidikan belum merata, dan layanan kesehatan belum sepenuhnya menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Jangan Bangga Disebut Organisasi Kaya

Iklan Landscape UM SURABAYA

Dahlan mengingatkan warga Muhammadiyah untuk tidak berpuas diri dengan anggapan bahwa Muhammadiyah adalah organisasi besar dan kaya.

“Muhammadiyah termasuk bagian dari bangsa ini. Buat apa bangga disebut kaya kalau guru-gurunya masih belum sejahtera,” tegasnya.

Menurutnya, kesejahteraan dapat diukur dari kemampuan masyarakat mendapatkan:

  • Akses pendidikan berkualitas dari TK hingga perguruan tinggi secara gratis.
  • Layanan kesehatan yang memadai.
  • Jaminan solidaritas sosial

“Dalam indikator kesejahteraan, kita tertinggal dari Thailand, berada di bawah Malaysia, bahkan masih berteman dengan Filipina,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa di Indonesia, standar minimal masyarakat sejahtera adalah berpenghasilan sekitar lima juta rupiah per bulan. Namun realitasnya, masih banyak keluarga yang berada jauh di bawah angka tersebut.

Rakernas LPCRPM tahun ini diikuti oleh 32 perwakilan wilayah dari 34 provinsi di Indonesia. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu