Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Bukan Karena Hebatnya Kita, Tapi Karena Allah Memudahkan

Iklan Landscape Smamda
Bukan Karena Hebatnya Kita, Tapi Karena Allah Memudahkan
Foto: istockphoto
Oleh : Ferry Is Mirza Jurnalis Senior dan Aktivis Muhammadiyah
pwmu.co -

Jangan pernah yakin bahwa kemampuan kita lebih tinggi dari ketetapan Allah.

Allah SWT berfirman: “Dan kalian tidak akan mampu berkehendak kecuali jika Allah menghendakinya.” (QS. At-Takwir: 29)

Ayat ini menjadi pengingat mendasar bahwa sehebat apa pun manusia berencana dan berusaha, semuanya tetap berada dalam genggaman Allah.

Kita hanya berkewajiban berusaha sebaik mungkin, tetapi hasil akhirnya sepenuhnya adalah hak prerogatif Allah. Inilah hakikat iman yang menenangkan hati, meski tak selalu membawa kemenangan di mata dunia.

Coba perhatikan di sekitar kita. Betapa banyak orang yang telah mengerahkan tenaga, menghabiskan waktu, mencurahkan pikiran, bahkan melangitkan doa-doa panjang, namun masih juga menghadapi kegagalan?

Itu menjadi bukti nyata bahwa kesuksesan bukanlah murni hasil kerja keras, melainkan anugerah dari Allah.

Maka, janganlah kita terlalu percaya diri, merasa paling mampu, merasa berkuasa, merasa kerja keras pasti berbuah manis, atau merasa pintar pasti selalu sukses. Semua itu adalah prasangka yang menjerumuskan.

Sejatinya, kita hanyalah hamba. Untuk menciptakan satu makhluk kecil seperti semut saja kita tak sanggup.

Bahkan untuk memastikan diri bangun di esok pagi pun kita tidak bisa menjaminnya. Hidup, mati, rezeki, jodoh, kemenangan, dan keberhasilan, semuanya berada dalam kuasa Allah. Rasulullah saw pernah bersabda:

“Ketahuilah, seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberi suatu manfaat kepadamu, mereka tidak akan mampu memberikannya kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan bagimu. Dan seandainya mereka berkumpul untuk menimpakan suatu mudarat kepadamu, mereka tidak akan mampu menimpakannya kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan bagimu.” (HR. Tirmidzi, no. 2516)

Iklan Landscape UM SURABAYA

Jika kita bisa mengerjakan amal saleh, menjaga lisan, meninggalkan maksiat, atau menunaikan ibadah, itu semua bukan karena hebatnya kita, melainkan karena Allah yang telah memudahkan jalan.

Betapa banyak orang ingin bangun untuk salat malam, tetapi tidak mampu terjaga. Betapa banyak yang ingin khusyuk dalam salat, tetapi pikiran melayang. Bukankah ini menunjukkan bahwa kebaikan pun adalah karunia, bukan semata kemampuan?

Kisah kehidupan pun banyak memberi ilustrasi. Ada orang yang bekerja keras siang malam, tetapi tetap hidup sederhana, sementara ada yang usahanya kecil namun berkah melimpah.

Ada pula orang yang menuntut ilmu bertahun-tahun, namun tidak mendapatkan keberkahan dari ilmunya, sementara yang lain sederhana dalam belajar, tetapi ilmunya memberi manfaat besar. Semua itu terjadi karena peran Allah dalam menentukan keberhasilan dan keberkahan.

Karena itu, marilah kita senantiasa mengingat Allah, merasa butuh kepada-Nya, merendahkan hati, memohon pertolongan, dan takut akan murka-Nya. Inilah sumber ketenangan sejati. Sebagaimana janji-Nya:

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala melimpahkan kepada kita ampunan, kesehatan, rahmat, rezeki yang halal dan berkah, hidayah, bimbingan, ridha, serta lindungan-Nya. Dan semoga semua doa-doa kita dikabulkan. Barakallahu fiikum. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu