Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Bukber SMPM 12 Paciran, Ustadz Sof Fakhruddin Tekankan Pentingnya Menghilangkan Dengki

Iklan Landscape Smamda
Bukber SMPM 12 Paciran, Ustadz Sof Fakhruddin Tekankan Pentingnya Menghilangkan Dengki
Ustadz Sof Fahruddin S.Pd saat mengisi ceramah di Bukber SMPM 12 Paciran Lamongan, Kamis 12 Maret 2026. (Gondo Waloyo/PWMU.CO)
pwmu.co -

Penceramah kelahiran Sidokelar Paciran 50 tahun silam, Sof Fakhruddin S.Pd mengaku kemampuan dia tampil di depan umum untuk berpidato di depan umum diperoleh dari kegiatan ekstra kurikuler SMPM 12 Paciran dan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ishlah saat dirinya mondok di tempat tersebut 37 tahun silam.

Hal itu diungkapkan oleh pria yang kini domisili di Palirangan Payaman  Solokuro saat ceramah di acara Buka Bersama (Bukber) SMPM 12 Spemudas Paciran yang digelar di halaman depan Gedung KH. Ahmad Dahlan Jalan Klengan Sendangagung Paciran Lamongan.

“Yang senantiasa saya hormati, guru dan kiai saya, Ustadz Dawam Saleh, sesepuh Muhammadiyah, guru-guru saya, dewan guru di perguruan Muhammadiyah, kskak dan adik kelas saya, PRM, dan Pemdes Sendangagung,” ucapnya mengawali ceramahnya.

“Alhamdulillah saya pernah mengenyam pendidikan di sini, ini dulu rumah saya yang kedua karena saya  juga lama mengajar di SMPM 12 dan MA Al-Ishlah, saya berterimakasih pernah diajari public speaking lewat Muhadlarah, ini yang saya rasa menjadikan saya berani tampil di hadapan guru-guru saya,” lanjut alumnus MA Al-Ishlah tahun 1994 ini.

Surat Al Hasyr Ayat 10

Dalam ceramahnya, suami Sri Utami ini mengupas tentang makna firman Allah SWT yang tertuang di Al-Qur’an surah Al Hasyr ayat 10;

وَالَّذِيۡنَ جَآءُوۡ مِنۡۢ بَعۡدِهِمۡ يَقُوۡلُوۡنَ رَبَّنَا اغۡفِرۡ لَـنَا وَلِاِخۡوَانِنَا الَّذِيۡنَ سَبَقُوۡنَا بِالۡاِيۡمَانِ وَلَا تَجۡعَلۡ فِىۡ قُلُوۡبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا رَبَّنَاۤ اِنَّكَ رَءُوۡفٌ رَّحِيۡمٌ

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, Sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang.” QS Al Hasyr 10.

“Ayat ini menerangkan bahwa generasi kaum Muslimin yang datang kemudian, setelah berakhirnya generasi Muhajirin dan Ansar, sampai datangnya hari kiamat nanti berdoa kepada Allah, yang artinya, “Wahai Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan dosa-dosa saudara-saudara kami seagama yang lebih dahulu beriman daripada kami,” terang anggota IKPI angkatan 1994 ini.

“Rasa dengki dan dendam yang sepadan dengan kata غل adalah sumber segala kejahatan dan maksiat yang mendorong orang berbuat kebinasaan, kezaliman, dan menumpahkan darah di muka bumi. Allah berfirman،” anak kedua almarhum H. Ali Jais ini.

“Terus berdoa dan mendoakan saudara kita atau orang yang telah mendahului kita, karena doa kita yang baik akan kembali ke diri kita.  آمين ولك بمثل. Dan jangan berdoa yang jelek untuk saudara kita karena Naudzu billahi, doa yang jelek bisa jadi akan balik ke diri kita,” pesannya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡