Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Timur, Fathurrahim Syuhadi, mengabadikan jejak 25 tahun kebangkitan HW Jatim melalui buku reflektif setebal 240 halaman.
Tak ingin perjalanan panjang Hizbul Wathan (HW) Jawa Timur dilupakan, Fathurrahim Syuhadi SE, MM, MPd menorehkan karya monumental berjudul
“Jejak Sejarah Hizbul Wathan Jawa Timur 2000-2025: Refleksi 25 Tahun Kebangkitan Gerakan”.
Buku ini menjadi dokumentasi penting perjalanan kebangkitan HW Jatim selama seperempat abad terakhir.
Fathurrahim yang saat ini menjabat Ketua Kwartir Wilayah HW Jawa Timur sekaligus Wakil Ketua PDM Lamongan dikenal sebagai penulis produktif dan kontributor senior PWMU.CO.
Dilaunching di Kajian Ramadan PWM Jatim
Buku setebal 240 halaman tersebut resmi diluncurkan dalam agenda Kajian Ramadan PWM Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Jember pada 14 Februari 2026.
Peluncuran dilakukan langsung oleh Ketua PWM Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.Si., sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi literasi sejarah gerakan kepanduan Muhammadiyah di Jawa Timur.
Saat dihubungi wartawan PWMU.CO, Kamis (26/2/2026), pria yang akrab disapa Ramanda Rahim itu menyampaikan bahwa buku tersebut lahir dari kesadaran historis akan pentingnya ingatan kolektif dalam sebuah gerakan.
“Hizbul Wathan bukan sekadar aktivitas kepanduan yang rutin dilaksanakan di sekolah atau madrasah dan masyarakat, melainkan sebuah gerakan pendidikan nilai yang berakar pada cita-cita Muhammadiyah,” ujarnya.
Refleksi 25 Tahun Kebangkitan HW Jawa Timur.
Menurutnya, tanpa pencatatan sejarah yang jujur dan reflektif, sebuah gerakan berisiko kehilangan arah, identitas, serta kesinambungan perjuangan.
“Dua puluh lima tahun kebangkitan Hizbul Wathan di Jawa Timur merupakan fase penting yang patut dicatat dan direnungkan,” tambahnya.
Kebangkitan HW Jatim, lanjutnya, bukan hanya kebangkitan struktural atau administratif, tetapi juga kebangkitan kesadaran ideologis dan pedagogis. Kepanduan dipandang sebagai instrumen strategis kaderisasi Muhammadiyah.
Ia menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki posisi signifikan dalam sejarah perkembangan Muhammadiyah, termasuk dalam sistem perkaderan melalui HW.
“Merekam jejak sejarah Hizbul Wathan Jawa Timur berarti merekam denyut nadi perjuangan kader dan pimpinan yang dengan penuh keikhlasan menghidupkan nilai-nilai,” terangnya.
Apresiasi dari Pimpinan Muhammadiyah
Buku ini mendapat apresiasi dari Ketua PWM Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.Si. Ia berharap karya tersebut dapat menjadi rujukan sejarah, bahan refleksi organisasi, sekaligus sumber inspirasi bagi pengembangan HW ke depan.
Menurutnya, Hizbul Wathan merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga denyut kaderisasi gerakan Muhammadiyah.
Sementara itu, Ketua Kwartir Pusat HW, DR. Aman Suyadi, juga menyampaikan penghargaan atas terbitnya buku tersebut.
Dalam kata pengantar buku, ia menuliskan bahwa kehadiran buku ini tidak hanya memotret capaian, tetapi juga menyuguhkan refleksi kritis terhadap tantangan dan keterbatasan gerakan.
“Sikap reflektif ini sejalan dengan semangat tajdid Muhammadiyah, yaitu kesediaan untuk terus melakukan pembaruan berdasarkan evaluasi yang jujur dan konstruktif,” tulisnya.
Tersusun dalam Delapan Bab Periode Sejarah
Buku ini tersusun dalam delapan bab yang merekam perjalanan Musyawarah Wilayah (Musywil) HW Jawa Timur sejak tahun 2000 hingga 2025, termasuk dinamika kwartir daerah di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
- Bab I : Periode Musywil Pertama : 2000-2005
- Bab II: Periode Musywil Kedua : 2005-2010
- Bab III : Periode Musywil Ketiga : 2010-2016
- Bab IV : Periode Musywil Keempat : 2016-2023
- Bab V: Periode Musywil Kelima : 2023-2028
- Bab VI : Dewan Sugli Wilayah
- Bab VII : Dinamika Kwartir Daerah
- Lamongan
- Bojonegoro
- Ponorogo
- Kabupaten Pasuruan
- Pasuruan Kota
- Kabupaten Probolinggo
- Kota Probolinggo
- Jember
- Kota Blitar
- Kabupaten Blitar
- Kota Mojokerto
- Kabupaten Mojokerto
- Nganjuk
- Magetan
- Kabupaten Madiun
- Kota Madiun
- Surabaya
- Kabupaten Kediri
- Kota Kediri
- Tulungagung
- Gresik
- Sidoarjo
- Kota Malang
- Kabupaten Malang
- Kota Batu
- Lumajang
- Banyuwangi
- Situbondo
- Tuban
- Ngawi
- Jombang
- Trenggalek
- Bondowoso
- Pacitan
- Sumenep
- Pamekasan
- Sampang
- Bangkalan
- Bab VIII : Tokoh Perintis dan Penggerak Hizbul Wathan Jawa Timur
- Ramanda Asmarahadi Haji Liting
- Ramanda dr RHM Tauhid Al Amien
- Ramanda Yusman
- Ramanda Fathurrahman
- Ramanda Moeslimin
- Ramanda Moh Adji Subur
- Rakanda Moh Qosyimul Ghozi.
Bab-bab tersebut meliputi periode Musywil pertama hingga kelima, Dewan Sugli Wilayah, dinamika kwartir daerah, serta profil tokoh perintis dan penggerak Hizbul Wathan Jawa Timur.
Kehadiran buku ini diharapkan menjadi dokumentasi sejarah yang memperkuat identitas gerakan sekaligus menjaga kesinambungan perjuangan HW di masa mendatang.







0 Tanggapan
Empty Comments