
PWMU.CO – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya resmi membuka kegiatan Baitul Arqom Dokter Muda (Camp Omah Tauhid) 2025 yang diselenggarakan di Agro Mulia Prigen, Selasa (10/6/2025).
Acara ini menjadi momen penting dalam membangun karakter spiritual dan integritas para calon dokter yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Kepala Unit Kedokteran Islam FK UM Surabaya, dr Tjatur Prijambodo MKes, dalam sambutannya menyampaikan makna mendalam dari istilah “jalur langit”—sebuah ungkapan yang kerap disampaikan oleh Dekan FK UM Surabaya, dr M Jusuf Wibisono SpP(K).
Ia mengaitkan istilah tersebut dengan capaian luar biasa FK UM Surabaya yang berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul di usia yang masih sangat muda, yakni 9 tahun.
“Di Jawa Timur, bahkan mungkin di Indonesia, belum ada fakultas kedokteran semuda FK UM Surabaya yang sudah meraih akreditasi unggul,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dr Tjatur menegaskan bahwa Camp Omah Tauhid ini adalah momentum untuk “mengunduh” jalur langit tersebut.
“Mudah bagi Allah untuk membuat adik-adik lulus sebagai first taker. Itu yang bisa kita akses selama tiga hari ini,” tuturnya.
Acara ini juga diwarnai dengan kejutan-kejutan khas kegiatan lapangan. Mulai dari parkir yang jauh (“parkir ciluk ba”), hingga tanjakan curam menuju barak penginapan.
“Semua itu bukan tanpa maksud. Kita bisa saja mengadakan Baitul Arqom di hotel, tapi bukan itu yang kita cari. Barak ini dirancang agar kalian saling berkomunikasi, bersilaturrahim, dan membangun jejaring,” tambahnya.
Menurutnya, kebersamaan yang terbangun di antara para dokter muda inilah yang kelak akan menjadi kekuatan utama dalam menjalani profesi sebagai dokter. “Kenapa dokter itu seperti saudara kandung? Karena rasa kebersamaannya tinggi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kondisi yang dialami selama camp—panas, sumuk, hingga dingin—adalah representasi dari realita yang akan dihadapi dokter di lapangan.
“Ada pasien yang tidak punya uang untuk berobat. Maka saat kita memberi keringanan, Allah akan membalas seketika. Itulah yang disebut ‘min haitsu la yahtasib’—rezeki datang dari arah yang tidak disangka-sangka,” pungkasnya.
Kegiatan Camp Omah Tauhid ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dan akan diisi dengan berbagai sesi pembinaan spiritual, kegiatan kebersamaan, serta refleksi nilai-nilai keislaman dalam profesi kedokteran. (*)
Penulis Rahma Ismayanti Editor Alfain Jalaluddin Ramadlan






0 Tanggapan
Empty Comments