Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Cara Meraih Hidup Berkah dan Bahagia Akhirat Ala Fathurrahman Elkisi

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Fathurrahman menyampaikan kajian tentang meraih keberkahan hidup di dunia dan kebahagiaan di akhirat kepada jamaah dan warga PCM Tulangan (Zulkifli/PWMU.CO)
Fathurrahman menyampaikan kajian tentang meraih keberkahan hidup di dunia dan kebahagiaan di akhirat kepada jamaah dan warga PCM Tulangan (Zulkifli/PWMU.CO)

PWMU.CO – Hidup berkah di dunia dan bahagia di akhirat, siapa yang tak menginginkannya? Menurut Fathurrahman, kuncinya adalah memperkuat keimanan dan memperbanyak zikir, sebagaimana diajarkan dalam Alquran. Hal itu disampaikan oleh pimpinan Pondok Pesantren Elkisi Pungging Mojokerto tersebut dalam Kajian Ahad Pagi PCM Tulangan yang digelar di Masjid Al Furqon PRM Singopadu, Ahad (11/5/2025).

“Yang menjamin hidup seseorang menjadi tenang dan berkah adalah zikir kepada Allah,” ungkapnya di hadapan jamaah.

Dia menjelaskan, salah satu bentuk zikir adalah menghadiri majelis ilmu seperti pengajian di masjid.

“Kenapa hati bisa tenang saat ikut pengajian? Karena Allah yang jamin langsung. Dalam Surat Ar-Ra’d ayat 28 disebutkan: ‘Ala bidzikrillahi tathma’innul qulub’—hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang,” ujarnya.

Jangan Takut Dicap Radikal

Fathurrahman menegaskan pentingnya memperbanyak hadir di majelis zikir.

“Kalau ingin hidup berkah, sering-seringlah ikut pengajian. Jangan sampai orang yang rajin ngaji justru dicap radikal,” pesannya.

Menurutnya, orang yang rutin hadir di pengajian justru akan semakin lembut hatinya.

“Karena yang dibahas di majelis ilmu adalah mengingat Allah. Itu yang bikin hati adem,” katanya.

Dia juga menyampaikan keutamaan lainnya dari mengikuti majelis ilmu, yakni didoakan para malaikat.

“Malaikat di sekitar Arsy itu senantiasa mendoakan dan memohonkan ampunan bagi orang-orang beriman. Tapi syaratnya: imannya harus benar,” terang Kepala Ponpes Elkisi itu.

Pengasuh ponpes elkisi Mojokerto, Fathur Rahman (Istimewa/PWMU.CO)
Pengasuh ponpes elkisi Mojokerto, Fathur Rahman (Istimewa/PWMU.CO)

Fathurrahman lalu mengutip Surat Al-Anfal ayat 2.

“Ciri orang beriman itu kalau disebut nama Allah hatinya bergetar. Dan ketika ayat Allah dibacakan, imannya bertambah,” jelasnya.

Oleh karena itu, dia mendorong agar kegiatan pengajian diperkuat di semua tingkatan Muhammadiyah.

“Majelis Tabligh harus betul-betul disupport. Jangan sampai pengajiannya sepi. Masjid harus ramai. Gerakan ngaji ini harus jadi prioritas. Minimal pengajian di masjid seminggu sekali,” imbuhnya.

PR Besar: Buta Huruf Al Quran

Fathurrahman juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap data buta huruf Alquran di kalangan umat Islam Indonesia.

“Berdasarkan riset, lebih dari 54 persen umat Islam belum bisa membaca tulisan Arab. Ini PR besar bagi kita, terutama para pimpinan PRM, PCM, dan PDM,” ujarnya.

Dia mengingatkan, program pemberdayaan umat tetap penting, tetapi jangan sampai melupakan pemberdayaan Alquran. “Semakin kuat ngajinya, maka semakin kuat pula keimanan dan adabnya,” katanya.

Di akhir ceramahnya, Fathurrahman mengajak jamaah untuk meneladani masyarakat Madinah pada masa Nabi.

“Kalau mau lihat miniatur masyarakat Qurani, lihat bagaimana Rasulullah membangun Madinah. Harmonis antara kaya dan miskin, pemimpin dan rakyatnya saling menghormati. Itu ada di Surat Al-Hasyr ayat 7–9,” terangnya.

Dia pun berpesan agar tidak mudah mencela pemimpin, terutama yang terdahulu. “Lebih baik kita doakan saja. Dalam masyarakat Qurani, semua saling mendoakan, bukan mencela,” pungkasnya. (*)

Penulis Zulkifli Editor Amanat Solikah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu