Suasana ceria dan penuh semangat menyelimuti Aula SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) Gresik pada Jumat (9/12/2026). Puluhan siswa berkumpul dengan persiapan matang untuk mengikuti audisi sayembara penyanyi dalam rangka menyambut Milad ke-22 SDMM.
Acara yang diikuti oleh peserta dari kelas III hingga VI ini bertujuan menjadi wadah representatif untuk mengembangkan bakat seni suara peserta didik. Sejak pagi, para peserta tampak ceria dan bahagia menantikan giliran tampil di hadapan dewan juri.
Penanggung Jawab Acara, Ustaz Naharun Mubarak, menyampaikan bahwa audisi ini merupakan langkah sekolah dalam menjaring potensi seni yang selama ini terpendam.
“Kami berharap melalui seleksi ini, ditemukan bibit-bibit penyanyi yang sesuai dengan harapan untuk membawa pesan milad tahun ini,” ujarnya.
Kualitas vokal para peserta rupanya membuat tim juri, Ustazah Isna dan Ustazah Ria, sempat kewalahan. Keduanya mengaku terpukau dengan teknik vokal dan kepercayaan diri para siswa yang luar biasa.
“Jujur kami sempat kebingungan menentukan pilihan. Bakat anak-anak sangat menonjol dan masing-masing punya karakter yang kuat,” ungkap Ustazah Isna di sela-sela acara.
Tiga Peserta Terbaik
Setelah melalui proses kurasi yang ketat, tim juri akhirnya menetapkan tiga peserta terbaik yang dinilai memiliki karakter suara paling unik. Mereka adalah:
- Bryan Aththabarani (Kelas III Sakura)
- Sakhi Shabriyah Aqillatunnisa (Kelas V Everest)
- Aisha Shazia Azzahra (Kelas V Everest)
Ketiga siswa ini memiliki ciri khas tersendiri dalam bernyanyi. Nantinya, mereka akan mendapatkan pengalaman istimewa berupa kesempatan masuk ke dapur rekaman untuk membawakan lagu resmi Milad ke-22 SDMM, sekaligus terlibat dalam pembuatan video klip.
Tetap Semangat Meski Belum Lolos
Meski persaingan berlangsung sengit, semangat sportivitas tetap terjunjung tinggi. Hal ini dirasakan oleh Ananda Aisyah Shezania Az Zahra, siswa kelas V Andes yang belum berhasil masuk tiga besar. Kepada PWMU.CO, Sheza mengaku tetap merasa senang bisa berpartisipasi.
“Tentu ada rasa sedih sedikit, tapi saya tetap senang bisa tampil dan belajar berani di depan juri. Ini jadi pengalaman berharga untuk saya supaya lebih giat berlatih lagi ke depannya,” tuturnya dengan dewasa.
Dengan berakhirnya audisi ini, SDMM kembali membuktikan komitmennya untuk memberikan ruang seluas-luasnya bagi ekspresi seni dan kreativitas siswa, selaras dengan semangat sekolah yang terus bertumbuh di usia ke-22. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments