Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Cari Ilmu Sampai ke Negeri Cina di Darul Arqam Madrasah Ini

Iklan Landscape Smamda
Cari Ilmu Sampai ke Negeri Cina di Darul Arqam Madrasah Ini
pwmu.co -
Cari ilmu sampai ke negeri Cina
Nisfu Laily Hadiyah berbagi pengalaman di Darul Arqam MI Muhammadiyah 2 Campurejo Panceng. (Nurkhan/PWMU.CO)

PWMU.CO – Cari ilmu sampai ke negeri Cina menjadi kisah Nisfu Laily Hadiyah dalam acara Darul Arqam MI Muhammadiyah 2 Campurejo Panceng Gresik, Ahad (31/3/2024).

Nisfu Laily Hadiyah alumnus MI Mutwo, sebutan madrasah ini. Dia lulusan tahun 2005.

Dia berbagi kisah perjalanannya cari ilmu sampai ke negeri Cina. Dia kuliah di Nanjing University of Arts China.

Diah, panggilan akrab Nisfu Laily Hadiyah, menyapa anak-anak dengan bahasa Cina.

Ni hao…” sapanya. Peserta Darul Arqam diam, belum memahami maksudnya.

Dia kemudian melanjutkan,”Apa kabar, adik-adik?”

 Anak-anak menjawab langsung serentak,”Baik, alhamdulillah luar biasa.”

Setelah itu baru dijelaskan, ni hao itu sapaan orang-orang Cina ketika bertemu dengan orang lain. ”Artinya apa kabar,” jelasnya.

Lantas dia memperkenalkan diri kepada peserta Darul Arqam sebagai alumnus MI Mutwo. Mendengar itu beberapa anak berbisik sesama teman sebangkunya,”Heee ternyata alumni.”

Perempuan berkacamata itu kemudian menceritakan pengalaman belajarnya. Mulai lulus dari MI Muhammadiyah 2, kemudian ke Ponpes Sendangagung Paciran, kuliah ke Yogyakarta, pada akhirnya mendapat beasiswa S2 di Tiongkok.

Peserta Darul Arqam mendengar serius kisahnya itu. Semua diam. Tak ada komentar.

“Siapa yang mau ke Cina?” tanyanya memecah keheningan.

Spontanitas anak-anak menjawab serentak sambil mengacungkan jari telunjuknya. “Saya…. Saya…,” jawab mereka.

“Kalau ingin ke sana, adik-adik belajarnya harus sungguh-sungguh dan tidak boleh bolosan,” ujar Diah.

Dia menyampaikan pengalaman mengikuti pertunjukan dan pameran seni level nasional maupun internasional.

”Rata-rata seumuran anak madrasah senang menggambar,” tuturnya.

Lulusan jurusan art fashion ini menunjukkan salah satu hasil karyanya berupa lukisan titik hujan yang menempel di kaca jendela. Lukisan ini pernah ikut pameran di China.

Di penghujung kegiatan peserta diminta Nisfu Laily Hadiyah menggambar burung sebisanya dan apa adanya. Dengan antusias mereka mulai mengerjakannya sampai tuntas.

Sebelum mengakhirinya, Diah mengenalkan sedikit bahasa Cina.

1. Ni hao? Halo

2. Zhao shang hao? Selamat pagi

3. Ni hao ma?  Apa kabar

4. Feichang hao? Baik-baik saja

5. Wan shang hao? Selamat malam

Kalimat itu terasa lucu di telinga siswa sehingga tertawa mendengarnya. Mereka pun menirukan ucapan Nisfu Laily Hadiyah dengan senyum tawa.

Penulis Nurkhan  Editor Sugeng Purwanto

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu