Suasana Ramadan di SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) terasa semakin semarak melalui kegiatan bertajuk “Carving Memories in Ramadan.” Kegiatan tersebut menghadirkan influencer sekaligus musisi Dio Diadon untuk berbagi inspirasi kepada ratusan siswa Smamita. Acara digelar di Hall lantai 2 pada Sabtu (7/3/2026).
Mengusung tema “Ramadan Pulang ke Diri Sendiri,” kegiatan ini menjadi momen bagi para siswa untuk mengisi bulan suci dengan aktivitas positif, memperoleh motivasi, sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman. Kehadiran Dio Diadon tidak hanya menghibur melalui penampilan musik, tetapi juga menghadirkan sesi berbagi pengalaman hidup yang inspiratif.
Dalam sesi berbagi, Dio Diadon mengajak para siswa Smamita serta tamu undangan untuk memanfaatkan masa muda dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat serta berani mengembangkan potensi diri.
“Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki diri dan memperbanyak karya positif. Anak muda harus berani bermimpi dan terus berusaha mewujudkannya,” ujar Dio Diadon, yang pernah menjabat sebagai CEO sekaligus Manajer Utama film animasi Sopo Jarwo.
Ia juga menyoroti fenomena generasi muda yang dinilai semakin jauh dari Al-Qur’an. Menurutnya, banyak anak muda saat ini lebih akrab dengan musik, film, dan media sosial dibandingkan dengan membaca Al-Qur’an.
“Bukan karena mereka membenci Al-Qur’an, tetapi karena belum merasa akrab dengannya. Sebagian anak muda bahkan menganggap pengajian membosankan. Karena itu, saya hadir di Smamita untuk mengenalkan kembali Al-Qur’an kepada generasi Gen Z,” ungkapnya.
Dio menegaskan bahwa Al-Qur’an sangat relevan bagi anak muda dan dapat menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan. Ia juga mengingatkan bahwa kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kerja keras, tetapi juga oleh lingkungan pertemanan yang mendukung.
“Saat kita memiliki teman yang selalu meremehkan atau menertawakan mimpi kita, hal itu tentu dapat menghambat kesuksesan. Sebaliknya, jika memiliki teman yang selalu mendukung dalam kondisi apa pun, hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat berharga,” jelasnya.
Ia kemudian mengutip sabda Rasulullah SAW bahwa agama seseorang dapat dipengaruhi oleh agama temannya. Karena itu, memilih sahabat perlu dilakukan dengan bijak.
“Kita boleh berteman dengan siapa saja, tetapi memilih sahabat terbaik tidak boleh sembarangan. Pilihlah teman yang mengingatkan kita untuk salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, dan melakukan berbagai kebaikan,” pesannya.
Dio juga mengapresiasi para siswa Smamita yang aktif mengajak teman-temannya melakukan kegiatan positif di berbagai kesempatan.
Menjelang akhir kegiatan, Dio Diadon mengajak seluruh siswa untuk bersyukur atas kehadiran sahabat-sahabat terbaik dalam kehidupan mereka. Ia juga menyampaikan pesan penyemangat agar para siswa tidak mudah menyerah menghadapi berbagai tantangan hidup.
“Hari ini mungkin masalah kita berbeda-beda. Namun percayalah, selama kita sudah berusaha melakukan yang terbaik, suatu saat kesuksesan akan datang dan dapat dirayakan bersama,” ujarnya.
Acara ditutup dengan suasana penuh kehangatan ketika Dio Diadon mengajak seluruh siswa menyanyikan lagu “Laskar Pelangi” bersama. Lagu yang sarat makna perjuangan tersebut membuat para siswa larut dalam suasana haru sekaligus menumbuhkan semangat untuk terus berjuang meraih mimpi. Pada kesempatan itu, para siswa juga turut memanjatkan doa untuk para guru Smamita.
Kegiatan “Carving Memories in Ramadan” menjadi salah satu momen berkesan bagi ratusan siswa Smamita dalam mengisi Ramadan dengan inspirasi, kebersamaan, dan semangat memperbaiki diri. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments