Tim Dosen dari Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) sukses menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat pada Minggu (25/01/2026) pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.
Adapun pengabdian masyarakat ini bertajuk “Pemberdayaan Kader Majelis Kesehatan Aisyiyah melalui Program MARLENA untuk Cegah Anemia“.
Berlangsung di Aula SD Muhammadiyah 1 Bangkalan, agenda ini terlaksana sebagai upaya menurunkan angka prevalensi anemia di wilayah Bangkalan.
Hibah RISETMU
Program inovatif ini merupakan bagian dari pelaksanaan hibah RISETMU yang bertujuan untuk memperkuat peran kader kesehatan di tingkat akar rumput.
Tim pelaksana diketuai oleh Nur Hidayatul Ainiyah SST MKeb, dengan anggota Firdausi Nuzula STrKeb MKM, serta melibatkan kolaborasi aktif dari unsur akademisi dan praktisi kesehatan.
Acara ini terhadiri oleh puluhan kader Majelis Kesehatan Aisyiyah yang berasal dari berbagai Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) di wilayah Bangkalan.
Program MARLENA sendiri terancang sebagai pendekatan kultural dan edukatif yang akrab dengan masyarakat lokal. Hal ini guna memudahkan kader dalam memberikan edukasi pencegahan anemia kepada warga, khususnya bagi remaja putri dan ibu hamil.
Ketua Majelis Kesehatan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Bangkalan, Desita Domita, menyambut sangat baik kolaborasi ini. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pengetahuan baru ini sangat krusial bagi para kader di lapangan.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari tim FIK ini. Kehadiran program MARLENA memberikan semangat baru bagi 30 kader kami yang hadir” terang Desita.
“Pengetahuan tentang pencegahan anemia ini akan segera mereka teruskan kepada warga di ranting masing-masing, sehingga peran Aisyiyah dalam mencetak generasi sehat di Bangkalan semakin terasa nyata” tuturnya.
Tekankan Peran Kader Aisyiyah
Di sisi lain, Ketua Tim Pengabdian, Nur Hidayatul Ainiyah SST MKeb, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran strategis kader Aisyiyah.
“Kader adalah ujung tombak informasi kesehatan di masyarakat. Melalui program MARLENA ini, kami membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan teknis untuk mendeteksi serta mencegah anemia secara mandiri di lingkungannya masing-masing” ujarnya.
Kegiatan ini mendapatkan antusiasme tinggi dari para peserta. Melalui simulasi dan diskusi interaktif, harapannya para kader mampu menjadi konselor kesehatan yang handal di wilayah masing-masing, selaras dengan semangat Aisyiyah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan berkemajuan.
Dengan dukungan RISETMU, tim FIK Umsura berkomitmen untuk terus mendampingi para kader hingga program ini memberikan dampak nyata pada penurunan angka anemia di Kabupaten Bangkalan.






0 Tanggapan
Empty Comments