Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Cegah Penularan DBD, Puskesmas Sananwetan Lakukan Fogging di SMP Muhammadiyah 1 Blitar

Iklan Landscape Smamda
Cegah Penularan DBD, Puskesmas Sananwetan Lakukan Fogging di SMP Muhammadiyah 1 Blitar
Puskesmas Sananwetan Kota Blitar saat melakukan fogging di SMP Muhammadiyah 1 Blitar untuk mencegah penyebaran DBD. Foto: Istimewa/PWMU.CO.
pwmu.co -

Dalam upaya mencegah penularan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Sananwetan, Blitar melakukan fogging di lingkungan SMP Muhammadiyah 1 Blitar pada Senin (15/9/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk memberantas nyamuk Aedes aegypti, vektor pembawa virus DBD.

Kepala SMP Muhammadiyah 1 Blitar, Siti Muhibbah S.Ag., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kedatangan tim fogging dari UPTD Puskesmas Sananwetan sebagai bagian dari upaya pemberantasan sarang nyamuk.

Alhamdulillah, sekolah kami didatangi oleh tim dari Puskesmas Sananwetan untuk melakukan penyemprotan di lingkungan sekolah. Tindakan ini tentunya sangat penting untuk mencegah penyebaran virus DBD yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti atau yang dikenal masyarakat sebagai nyamuk demam berdarah,” ujarnya.

Siti Muhibbah juga mengucapkan terima kasih kepada UPTD Puskesmas Sananwetan atas bantuan dan perhatian yang diberikan.

Ia menjelaskan bahwa fogging dilakukan secara menyeluruh di seluruh lingkungan sekolah, mulai dari area belakang hingga bagian depan, mencakup ruang kelas, lapangan, serta area perkantoran.

“Fogging diawali dari area belakang sekolah, di mana masih banyak lahan kosong, kemudian dilanjutkan ke ruang kelas, toilet, masjid, serta berbagai tempat lain yang dianggap berpotensi menjadi sarang nyamuk,” jelasnya.

Siti Muhibbah berharap dengan adanya fogging ini setidaknya bisa memutus penyebaran virus DBD.

“Virus ini biasanya ditularkan melalui gigitan nyamuk demam berdarah. Umumnya, seseorang yang terinfeksi DBD akan mengalami demam tinggi selama masa inkubasi sekitar 14 hari,” terangnya.

Setelah itu, lanjutnya, jika jumlah trombosit menurun, akan muncul bintik-bintik merah pada kulit, disertai dengan gejala seperti mimisan, keluar darah dari telinga, dan dalam kasus yang parah bisa terjadi muntah darah yang berpotensi menyebabkan kematian.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar dalam mencegah penyebaran virus DBD. Ke depannya, penyemprotan mandiri akan dilakukan setiap pagi dan sore hari.

“Dengan menggunakan obat nyamuk semprot, kami berharap tidak ada lagi nyamuk pembawa virus DBD sehingga tercipta lingkungan belajar yang nyaman dan sehat,” ungkapnya.

Diharapkan kegiatan ini dapat memutus rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti sekaligus meningkatkan kesadaran warga sekolah akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu