Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Cegah Sejak Dini, Pondok Pesantren Muhammadiyah Ulil Albab 2 Ngawi Edukasi Asatidz tentang Penyakit Kanker Bersama YSKI

Iklan Landscape Smamda
Cegah Sejak Dini, Pondok Pesantren Muhammadiyah Ulil Albab 2 Ngawi Edukasi Asatidz tentang Penyakit Kanker Bersama YSKI
Edukasi kesehatan mengenai penyakit kanker di Pondok Pesantren Muhammadiyah Ulil Albab 2 Ngawi. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan dan deteksi dini penyakit kanker, Pondok Pesantren Muhammadiyah Ulil Albab 2 Ngawi menggelar kegiatan sosialisasi penyakit kanker bersama Yayasan Sosialisasi Kanker Indonesia (YSKI) pada Kamis, (15/1/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh para asatidz dan tenaga pendidik sebagai langkah strategis membekali pendidik dengan pengetahuan kesehatan yang komprehensif.

Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman mendasar mengenai apa itu kanker, gejala awal yang perlu diwaspadai, serta berbagai faktor pemicu yang dapat meningkatkan risiko kanker. Selain itu, peserta juga dikenalkan pada upaya pencegahan melalui pola hidup sehat dan pemanfaatan bahan herbal yang mudah dijumpai di lingkungan sekitar.

Ikhtiar Preventif

Pemateri utama, Eriska menjelaskan bahwa edukasi kanker tidak boleh hanya dipahami sebagai isu medis semata, tetapi juga sebagai bentuk ikhtiar preventif yang bisa dilakukan sejak dini oleh masyarakat.

“Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang apa itu kanker, bagaimana gejalanya, serta faktor-faktor pemicunya. Selain itu, kami juga mengenalkan beberapa obat-obatan herbal sebagai upaya pendamping pencegahan yang bisa dimanfaatkan secara bijak,” jelas Eriska.

Ia menekankan bahwa pengetahuan yang benar akan membantu seseorang lebih peka terhadap kondisi tubuhnya sendiri, sehingga deteksi dini dapat dilakukan sebelum penyakit berkembang lebih jauh.

Sementara itu, Kis sebagai Mudir Pondok Pesantren Muhammadiyah Ulil Albab 2 Ngawi, dalam sambutannya menegaskan pentingnya tindak lanjut nyata dari kegiatan sosialisasi ini. Menurutnya, ilmu yang diperoleh harus diwujudkan dalam praktik kehidupan sehari-hari.

“Sosialisasi ini semoga benar-benar bermanfaat bagi kita semua dan tidak berhenti pada tataran teori. Apa yang telah dianjurkan oleh tim sosialisasi hendaknya kita laksanakan semampu kita, seperti rekomendasi mengonsumsi herbal atau obat-obatan alami yang ada di sekitar kita,” tuturnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Ia juga berharap budaya hidup sehat dapat tumbuh dan diterapkan secara konsisten di lingkungan pesantren.

Keseimbangan Fisik, Mental, dan Spiritual

Narasumber ketiga yakni Ferry, ia menambahkan bahwa kesehatan merupakan amanah yang harus dijaga dengan keseimbangan antara fisik, mental, dan spiritual.

“Makanlah yang halal lagi baik, jangan melakukan sesuatu secara berlebihan. Tubuh kita butuh istirahat, olahraga, bahkan sekadar berjalan-jalan untuk menjaga keseimbangan tubuh dan hormon. Keseimbangan itu akan membawa pada kebahagiaan,” pesannya.

Ia menutup dengan mengingatkan pentingnya doa sebagai ikhtiar spiritual.

“Selain menjaga pola hidup sehat, jangan lupa untuk selalu berdoa kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan kesehatan hingga akhir hayat,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Muhammadiyah Ulil Albab 2 Ngawi berharap para asatidz dapat menjadi agen edukasi kesehatan, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi santri dan masyarakat sekitar. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu