Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 18 Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya menggelar kegiatan penyuluhan edukatif di SMA Sejahtera Prigen, Pasuruan pada Rabu (30/7/2025), dengan fokus utama pada pencegahan perilaku seks bebas di kalangan remaja.
Kegiatan ini diikuti oleh para siswa kelas XI dan menghadirkan materi yang mencakup tiga aspek penting: fisiologis, psikologis, dan hukum. Tujuannya adalah memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai dampak negatif seks bebas, sehingga para siswa memiliki pengetahuan yang cukup untuk menjaga diri dan membuat keputusan yang sehat serta bertanggung jawab.
Dalam aspek fisiologis, mahasiswa memaparkan risiko kesehatan yang dapat timbul akibat seks bebas, mulai dari penyakit menular seksual hingga kehamilan yang tidak diinginkan. Penjelasan ini diperkuat dengan data kesehatan dan contoh nyata yang relevan dengan kehidupan remaja.
Sementara dari sisi psikologis, para siswa diajak memahami bagaimana perilaku berisiko tersebut dapat memengaruhi kesehatan mental, harga diri, serta hubungan sosial mereka. Pemaparan ini dilakukan dengan pendekatan interaktif, sehingga para peserta dapat berdiskusi dan berbagi pandangan secara terbuka.
Tak kalah penting, aspek hukum juga menjadi bagian utama dalam materi yang disampaikan. Mahasiswa menjelaskan bahwa perilaku seks bebas di usia pelajar dapat menimbulkan implikasi hukum, baik bagi pelaku maupun pihak lain yang terlibat.
Penjelasan tersebut mencakup peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan anak di bawah umur serta sanksi terhadap pelanggaran kesusilaan. Dengan demikian, para siswa tidak hanya memahami aspek medis dan psikologis, tetapi juga menyadari konsekuensi hukum yang dapat timbul dari perilaku tersebut.
Menurut salah satu mahasiswa KKN, Adinda kegiatan ini sejalan dengan tema KKN tahun ini.
“Kegiatan ini sesuai dengan tema KKN tahun ini, ‘Tumbuh Bersama Inovasi, Berdampak, dan Berkelanjutan,’ di mana kami berkomitmen memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui program edukatif yang relevan dengan kebutuhan lokal,” ujarnya.
Sementara itu, pihak sekolah menyambut positif kegiatan ini dan menganggapnya sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan karakter serta kesehatan remaja.
Dengan metode penyampaian yang komunikatif dan materi yang mencakup berbagai aspek, KKN Kelompok 18 berharap edukasi ini dapat membantu para siswa membangun kesadaran akan pentingnya menjaga diri dari perilaku berisiko.
Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi pemicu bagi para siswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi agen penyebar informasi positif di lingkungan sekitar mereka. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments