Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKN-T) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Kelompok 28 Desa Lajuk, Kecamatan Porong, Sidoarjo melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan stunting sekaligus pemberian makanan tambahan (PMT) pada Sabtu (16/8/2025), bertempat di Balai Desa Lajuk.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang, pola asuh yang tepat, serta upaya menjaga kesehatan sejak masa kehamilan hingga pertumbuhan anak.
Dalam pemaparannya, mahasiswa KKN menyampaikan materi tentang stunting yang mencakup klasifikasi anak dengan gizi buruk maupun gizi berlebih, penyebab terjadinya stunting, serta langkah-langkah pencegahannya.
Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa sederhana dan dilengkapi media presentasi bergambar, sehingga peserta lebih mudah memahami isi sosialisasi.
Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan ibu bersama balita mereka. Para peserta tampak antusias mengikuti jalannya acara. Mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif bertanya mengenai cara memantau tumbuh kembang anak, perbedaan antara gizi buruk dan gizi lebih, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan orang tua untuk mencegah stunting sejak dini.
Salah seorang peserta bahkan mengaku baru memahami bahwa pola asuh dan pemenuhan gizi pada masa kehamilan sangat berpengaruh terhadap kondisi anak di masa depan.
Selain penyuluhan, mahasiswa KKN juga membagikan PMT sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan gizi anak sekaligus memberikan contoh pola makan sehat yang dapat diterapkan sehari-hari.
PMT yang dibagikan berupa bubur kacang hijau, susu, serta camilan sehat untuk balita. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap para orang tua terinspirasi untuk menyediakan menu bergizi seimbang di rumah dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang mudah dijangkau.
Ketua KKN Kelompok 28 Desa Lajuk, Ziddah Amaliyah menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak hanya berhenti pada sosialisasi, tetapi juga mampu memotivasi masyarakat untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga melalui kegiatan sosialisasi dan PMT ini, para orang tua semakin memahami cara menjaga tumbuh kembang anak agar terhindar dari risiko stunting maupun permasalahan gizi lainnya,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari pihak desa yang menyambut baik kegiatan tersebut. Aparat desa menilai kegiatan KKN-T Umsida ini selaras dengan program pemerintah dalam upaya menekan angka stunting yang masih menjadi isu nasional. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif mengenai pentingnya kesehatan anak sebagai investasi jangka panjang.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai bermanfaat dan memberikan ilmu praktis yang dapat langsung diterapkan. Sejumlah ibu menyampaikan bahwa sosialisasi ini sangat membantu mereka dalam memahami kebutuhan gizi keluarga, khususnya bagi balita.
Dengan demikian, kegiatan KKN Kelompok 28 Umsida di Desa Lajuk tidak hanya menambah wawasan masyarakat, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan generasi penerus bangsa. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments