Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus kemanusiaan. Melalui koordinasi bersama jaringan Muhammadiyah di Sumatera, UMM bergerak cepat membantu penanggulangan bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Wakil Rektor II UMM Dr. Ahmad Juanda Ak M.M. C.A. menyampaikan duka mendalam atas bencana yang terjadi. Ia menyebut, skala kerusakan dan jumlah korban mengharuskan adanya respon cepat dan terkoordinasi.
Berdasarkan data BNPB per Rabu pagi (3/12/2025), pukul 07.15 WIB, tercatat 753 jiwa meninggal dunia, 650 orang hilang, serta 2.600 warga luka-luka. Tak kurang dari 576.300 penyintas terpaksa mengungsi di tiga provinsi tersebut. “Angka ini menunjukkan betapa berat kondisi di lapangan dan perlunya solidaritas bersama,” ujarnya.
Koordinasi dengan UMSU dan MDMC
UMM segera berkomunikasi dengan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) sebagai AUM terdekat untuk memperkuat jalur koordinasi. MDMC juga langsung dilibatkan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
“UMM tidak tinggal diam. Kami langsung bergerak, termasuk menerjunkan tim Maharesigana UMM. Koordinasi sudah berjalan sejak hari pertama,” tutur Dr. Juanda.
Perhatian kepada Mahasiswa Terdampak
Kampus Putih juga memberi perhatian khusus bagi mahasiswa yang keluarganya terdampak. UMM menyiapkan kebijakan keringanan biaya pendidikan serta dukungan kebutuhan dasar.
“Mahasiswa adalah keluarga kami. Jika keluarganya terkena musibah, UMM harus hadir. Bantuan akan diberikan sesuai kebutuhan mereka,” tegasnya.
Kirim Dosen dan Relawan Mahasiswa
Dalam merespons kondisi di Padang, Sumatera Barat, UMM memberangkatkan tiga dosen dan 17 relawan mahasiswa dari berbagai jurusan. Mereka akan fokus pada:
- layanan psikososial,
- dukungan kesehatan,
- operasional dapur umum,
- pemasangan filter air bersih.
Para relawan telah menjalani pembekalan ketat, baik aspek kompetensi maupun kesiapan mental.
Penggalangan Dana Civitas Akademika
Maharesigana UMM juga menggalang dana bersama sivitas akademika. Dana yang terkumpul—telah mencapai puluhan juta rupiah—akan digunakan untuk pengadaan hygiene kit dan family kit bagi warga terdampak di Aceh, Sumbar, dan Sumut.
“Kami tidak hanya membawa logistik, tetapi membawa ketenangan, kepedulian, dan harapan,” ujar Dr. Juanda.
UMM Hadir untuk Indonesia
Di akhir pernyataannya, Dr. Juanda menegaskan bahwa UMM akan terus berada di garis depan respon kebencanaan, bekerja sama dengan jaringan Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
“Dengan kolaborasi dan empati, UMM berkomitmen hadir nyata untuk pemulihan masyarakat. Kampus ini akan selalu menjadi bagian dari solusi bagi bangsa,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments