Perhelatan akbar yang dinanti-nanti, Ceria Pandu Athfal (CPA) ke-2 Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Kwarda Jember, akhirnya resmi tuntas dilaksanakan.
Acara yang berlangsung pada Selasa (16/12/2025) ini sukses menyulap area Muhammadiyah Boarding School (MBS) Tanggul menjadi pusat energi positif bagi ratusan kader muda.
Kegiatan ini bukan cuma sekadar ajang kumpul-kumpul, tapi merupakan langkah nyata Kwarda Jember dalam menyongsong SILATNAS HW 2025 dan memperingati Milad HW ke-107.
Meski awalnya direncanakan di beberapa lokasi, seluruh rangkaian acara akhirnya difokuskan sepenuhnya di MBS Tanggul untuk memastikan suasana lebih solid dan terkendali.
MBS Tanggul terbukti menjadi sarana yang sangat mumpuni untuk menampung semangat para Pandu Athfal. Fasilitas sekolah yang representatif memungkinkan seluruh agenda, mulai dari upacara hingga simulasi ketangkasan, berjalan dengan sangat tertib namun tetap seru.
Suasana di lokasi dipenuhi dengan warna-warni atribut kepanduan yang mencerminkan keceriaan anak-anak, sesuai dengan identitas visual kegiatan yang memang dibuat fun dan vibes-nya anak muda banget.
Keseruan acara ini tidak lepas dari kehadiran para tokoh penting yang memberikan dukungan penuh. Tercatat, kegiatan ini dihadiri oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah dan Pendidikan Non Formal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Daerah Muhamamdiyah (PDM) Jember yang diwakili oleh Dr. Sofyan Rofi, M.Pd.I..
Selain itu juga hadir jajaran pimpinan Kwarda HW Jember, rekan-rekan Kwarcab HW Tanggul, serta perwakilan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Kecamatan Tanggul, pasukan Dewan Sughli Daerah (DSD) dan Kafilah yang bertugas menjaga ritme acara tetap asik, serta Ratusan peserta Pandu Athfal (usia 9-10 tahun) utusan dari berbagai SD/MI Muhammadiyah se-Kabupaten Jember.
CPA ke-2 ini punya misi utama untuk membentuk mentalitas muslim yang tangguh sejak dini. Panitia ingin menanamkan bahwa berbuat baik itu butuh pembiasaan, dan lewat kepanduanlah disiplin itu dibentuk.
Selain itu, ukhuwah atau persaudaraan antar sekolah menjadi poin penting agar para kader tidak hanya pintar secara akademik, tapi juga jago bersosialisasi dan punya empati tinggi.
Harapannya, setelah pulang dari MBS Tanggul, para peserta membawa “oleh-oleh” berupa karakter yang lebih mandiri dan berani.
Kwarda HW Jember juga ingin agar bibit-bibit unggul ini menjadi kader persyarikatan yang tak kunjung layu, siap menjaga semangat Fastabiqul Khairat di lingkungan mereka masing-masing.
Dengan berakhirnya acara ini, terbukti bahwa kolaborasi yang apik antara pimpinan, pelatih, dan peserta didik mampu menciptakan kegiatan yang berkualitas tanpa kehilangan sisi keceriaannya. Sampai jumpa di ajang seru berikutnya!. Fastabiqul Khairat!.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments