Ada aroma khas yang menarik perhatian para pengunjung Expo CRM Award VI LPCRPM PP Muhammadiyah di halaman Masjid Al Jihad, Kamis (13/11/2025) sore.
Di tengah deretan stand cabang, ranting, dan Masjid Muhammadiyah dari seluruh Indonesia, satu sudut tampak ramai dan berbeda: stand milik Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Godog, Lamongan.
Bukan sekadar menampilkan produk unggulan, PRM Godog membawa sesuatu yang menggoda indra penciuman dan rasa, KOPIMU, kopi lokal racikan kader Muhammadiyah asal Godog.
Kopi ini dibawa langsung oleh Aiqon Farih Habiballah, kader muda asal Godog yang kini menetap di Tanah Bumbu, Batu Licin, Kalimantan Selatan.
Dengan penuh semangat, Aiqon menyiapkan perlengkapan lengkap — mulai dari mesin giling kopi, teko, hingga alat penyeduh modern — sebagai bagian dari presentasi PRM Godog yang masuk dalam kategori Best of the Best CRM Award VI.
“Ini KOPIMU, kopi khas Surya Muda. Produk kami dari PRPM Godog,” ujarnya ramah ketika seorang tamu menghampiri.
Tamu itu adalah Bendahara PWM Jawa Timur drh Zainul Muslimin. Ia tampak penasaran melihat alat penggiling kopi di meja.
“Kopi apa ini, Mas?” tanyanya.
“Kopi hitam ada, kopi susu juga ada,” jawab Aiqon dengan senyum khas barista kampung halaman.
Zainul pun mencoba segelas kopi hitam. Satu teguk, ia tersenyum puas.
“Enak, tambah satu lagi,” katanya sambil menyerahkan uang Rp50.000.
Aiqon sempat menolak. “Tidak usah bayar, Pak, ini gratis.”
Namun Zainul menegaskan, “Enggak mau, harus bayar pokoknya.”
Tawa ringan pecah di antara mereka. Tak lama, aroma kopi kembali menyeruak. Kali ini Zainul memesan dua gelas lagi sambil mengajak pengunjung lain mencicipi.
“Coba, kopinya enak banget!” serunya kepada peserta yang lewat di depan stand PRM Godog.
Suasana di stand itu pun semakin hangat. KOPIMU bukan sekadar minuman, tapi simbol kreativitas kader Muhammadiyah desa yang kini mengharumkan nama Godog hingga Banjarmasin.
Melalui secangkir kopi, PRM Godog membuktikan bahwa semangat dakwah dan kemandirian ekonomi bisa diracik dengan cita rasa yang istimewa, sederhana, hangat, dan menyatukan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments